Tips

Berita

Hewan

Kesehatan

Hobby

Makanan Burung

Menjinakkan Pleci kecial lombok yang giras


Membeli burung Pleci kecial dari bahan ombyokan biasanya cenderung masih giras dan takut ketika kita dekati, untuk membuat Kecial lombok lebih tenang dan tidak giras diperlukan beberapa waktu untuk melatihnya dengan terapi penjinakkan.

Pleci kecial lombok memiliki penampilan dan suara yang berbeda dibanding jenis burung kacamata lainnya. Dengan ukuran tubuh yang lebih besar dan juga suara nada call yang terdengar lebih cempreng keras seperti anak ayam, tentu terdengar berbeda dibandingkan dengan burung kacamata lainnya.
Kecial lombok, burung kacamat berbodi besar
Demikian halnya dalam hal perawatan harian dan juga pakan, Pleci kecial lombok dengan ukuran tubuh yang lebih besar harus diberikan pakan yang porsinya lebih besar juga dibanding jenis Pleci lainnya. Sedangkan jika Anda memiliki burung Kecial lombok yang masih giras, silahkan dicoba cara penjinakkannya di bawah ini :

Perawatan kecial lombok agar cepat jinak

  1. Dalam pengembunan pagi, lepas cepuk pakan dan juga minumnya.
  2. Setelah pengembunan, semprot burung dengan sprayer sampai basah kuyup.
  3. Pada kondisi basah tersebut, ulurkan UH putih atau jangkrik kecil yang sudah dibersihkan kaki-kakinya menggunakan lidi panjang.
  4. Dengan mencopot pakan dan minuman saat penjemuran, diharapkan burung menjadi lapar dan mau menyambar pakan yang diberikan oleh kita menggunakan lidi tersebut.
  5. Jika menggunakan lidi panjang, burung sudah mau menyambar pakan yang kita ulurkan, coba perpendek lidi tersebut setiap harinya hingga kita bisa langsung memberikan pakan tersebut menggunakan tangan kita langsung.
  6. Jika burung sudah mau menyambar pakan dari tangan kita langsung, tandanya burung sudah lebih jinak dan tidak takut lagi dengan kita “manusia”.

Coba lakukan dengan sabar dan konsisten, biasanya tidak sampai memakan waktu 3 minggu, perilaku giras pada burung Kecial lombok sudah agak menurun dan burung sudah mulai tenang dan tidak takut dengan kita.

Ingat, kesabaran dan ketekunan adalah kunci dari hasil yang optimal juga. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Ini dia tips merawat Pleci yang masih lolohan


Memelihara Pleci dari masih piyik lolohan memang merepotkan dan membutuhkan cara merawat yang agak sabar dan telaten, karena kita harus ekstra sabar dalam menjaga burung lolohan yang sebentar-bentar bunyi ciap-ciap meminta makan.

Bayangkan saja, burung lolohan biasanya setiap berapa jam sekali pasti ciap-ciap sambil mangap minta makan. Jika terlambat dan salah perawatan, burung yang masih piyik lolohan justru bisa mati dan kita tidak akan mendapatkan apa-apa selain rasa kecewa.
Pleci umur masih beberapa hari, masih merah
Jadi jika Anda termasuk orang yang sibuk bekerja dan jarang di rumah, tetapi ingin memiliki Pleci bakalan dari lolohan. Maka sediakanlah seorang assisten untuk menjaga menyuapi burung Pleci piyikan tersebut. Hehehe...

Tapi bagaimana dan apa makanan untuk Pleci yang masih lolohan supaya sehat dan tumbuh baik ketika dewasa ?. Berikut ini ulasannya

Perawatan harian Pleci dari lolohan

  1. Buatkan bubur voer, dicampur/diberi kroto bersih yang putih dan bagian dalam perut jangkrik. Aduk dengan air hangat supaya merata.
  2. Berikan pakan bubur voer dengan campuran tersebut setiap 2 jam sekali, cara pemberian tersebut bisa jadi hingga burung berumur 2 bulanan. Meskipun pada usia 1 bulan Pleci anakan sudah bisa berjalan sendiri, tetapi masih tetap harus diloloh.
    Pleci umur 1 s/d 2 bulanan
  3. Pada umur 2 bulanan ke atas, burung sudah mulai bisa makan sendiri dan pada burung jantan biasanya sudah mulai bisa/mau ngeriwik pelan. Itulah keunggulan memelihara Pleci dari piyik masih lolohan.
  4. Jadi pada usia 2 hingga 6bulan, pembentukan masteran atau isian merupakan waktu yang efektif dan tepat karena burung dalam masa belajar dan tumbuh.
  5. Pemain Pleci yang sudah berpengalaman, biasanya menyediakan ruangan khusus untuk memaster Pleci anakan yang berusia 2 hingga 6 bulan tersebut dengan mengkondisikan burung tidak mendengar suara dari Pleci lainnya.

Perawatan Pleci piyik masih lolohan memang terkesan merepotkan, tetapi jika Anda melihat hasilnya, tentu kerepotan yang dilalui selama merawat akan terbayar dengan hasil yang memuaskan dan sesuai.

Karena memelihara burung apapun, termasuk Pleci jika dipelihara dari lolohan biasanya akan lebih mudah dibentuk isi laguannya dan juga burung cenderung lebih jinak dan familiar dengan lingkungan manusia.

Saran pemberian pakan pada pleci lolohan

Berikan full pakan ekstra fooding pada usia 1 hingga 3 bulan, dan setelah itu pakan ef mulai dikurangi porsinya, karena Pleci pada usia 3 bulan ke atas mudah sekali OB jika terlalu banyak EF hewani.

Spesial thanks untuk : Om. Waskito dari Josterops Jogja, untuk pinjaman dokumen fotonya.


Sekilas cara membuat nektar racikan untuk Pleci, resep ala pleci mania


Berbagai jenis minuman untuk Pleci berupa nektar buatan banyak yang dibuat oleh Pleci mania di berbagai daerah, racikan-racikan nektar tersebut biasanya dibuat dengan cara bereksperimen dan coba-coba. 

Namun demikian, ekseperimen dan coba-coba tersebut tidak dilakukan dengan cara yang asal saja, tetapi dengan hati-hati dan tetap memperhatikan aspek keselamatan burung Pleci
nektar racikan, nektar buatan, nektar pleci
Pleci maput
Seperti halnya nektar buatan berbahan dasar bawang putih ini, minuman nektar buatan untuk Pleci ini sudah dicobakan pada beberapa ekor burung Pleci dan aman tidak berbahaya.

Tetapi pada percobaannya, tidak semua burung bisa langsung menerima efek dari nektar buatan ini, ada yang langsung terlihat efeknya dan ada juga yang bertahap kemajuannya. Jadi tidak semua Pleci akan langsung terlihat efeknya setelah diberi minuman nektar buatan ini.

Racikan nektar buatan untuk Pleci ini, admin dapatkan referensinya dari grup facebook KPN yang ditulis oleh Om. Saeb Gaul. Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut ini :

Bahan membuat nektar buatan untuk Pleci

  • Bawang putih 1 siung.
  • Jeruk nipis 2 buah.
  • Gula merah, dengan ukuran sebesar tutup botol 3 buah.
  • Madu rasa atau syukur ada madu murni sebanyak 4 Sdk.

Cara membuat nektar buatan untuk Pleci

  1. Bersihkan dan kupas bawang putih kemudian digeprek.
  2. Iris tipis-tipis gula merah supaya mudah larut dalam air panas, kemudian masukkan gula merah bersama bawang putih ke dalam panci berisi air bersih sebanyak 2 gelas ukuran 300ml.
  3. Aduk hingga merata dan larut semua, terutama gula merahnya hingga mendidih.
  4. Kemudian angkat rebusan gula merah dan geprekan bawang putih, kemudian masukkan air perasan jeruk nipis bersama 4 sendok madu tersebut.
  5. Aduk supaya merata semua bahan, kemudian dinginkan dan saring supaya ampas bahan-bahannya tidak ikut diberikan pada burung Pleci. 

Cara pemberian pada Pleci

  • Jika Pleci masuk dalam kategori bahan yang baru dibeli dari ombyokan, pemberian bisa setiap hari setelah penjemuran dalam porsi 1 cepuk kecil saja.
  • Jika burung sudah jadi atau sudah ngeriwik halus atau kasar, porsi pemberian 1 cepuk kecil seminggua 3 kali saja.


Pentingnya perubahan pola perawatan Pleci pada musim hujan


Memang musim hujan telah berlangsung semenjak bulan November tahun lalu, namun belakangan memasuki awal bulan Februari ini intensitas curah hujan cenderung lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Memasuki awal bulan Februari 2016, curah hujan tergolong tinggi. Hampir setiap hari dari pagi hari hingga sore atau malam selalu hujan dan matahari lebih sering bersembunyi dibalik mendung yang tebal.

Seperti kita ketahui, bahwa perawatan harian seekor burung pasti tidak akan lepas dari penjemuran. Demikian halnya dengan burung Pleci, penjemuran sangat menentukan terhadap performa dan kesehatan burung Pleci. Jika sedang memasuki musim-musim hujan seperti ini tentu kita harus merubah pola perawatan harian pada burung Pleci kesayangan kita.

Perubahan pola perawatan Pleci  pada musim hujan dirasa penting mengingat kita harus menyesuaikan kondisi cuaca dengan kondisi performa burung supaya tetap sehat dan tidak sampai sakit karena hujan dan cuaca yang selalu dingin. Lalu apa saja yang harus diperhatikan dalam perawatan Pleci pada musim hujan ?. Berikut ini lima faktor yang perlu Anda perhatikan untuk merawat Pleci pada musim hujan. 

Lima faktor dalam merawat Pleci pada musim hujan.

Penempatan sangkar.

Tempatkan sangkar Pleci di dalam rumah yang aman dan nyaman, pastikan sangkar digantung di tempat yang tidak bocor dan tidak terkena angin langsung. Bila perlu dan mencukupi, sangkar lebih baik full kerodong setiap sore hingga pagi harinya untuk menjaga kehangatan burung di dalam sangkarnya.

Pakan untuk Pleci.

Cek voer pakan kering di dalam cepuknya, pastika voer tidak rusak karena terkena tetesan air hujan. Biasanya jika kita ceroboh, voer akan mengumpal dan menjamur akibat terkena tetesan air hujan.

Berikan pakan EF berupa UH atau Ulat kandang dalam porsi yang lebih banyak dari hari-hari biasa, hal tersebut untuk lebih melengkapi kebutuhan nutrisi hewani untuk burung.

Mandi burung Pleci.

Untuk mandi burung Pleci, lebih baik jangan terlalu dipaksakan mandi jika curah hujan sedang tinggi-tingginya. Lebih baik Sobat sediakan saja air bersih dalam cepuk yang selalu terkontrol dan diganti.

Pleci jika sedang ingin mandi sendiri, biasanya ketika hujan dan melihat air dalam cepuknya bersih burung akan mandi dengan sendirinya.

Penjemuran.

Penjemuran merupakan problem utama disaat musim-musim penghujan seperti saat ini, cara penjemuran burung jika curah hujan sedang tinggi bisa Sobat lakukan jika matahari sedang terlihat bersinar.

Saat itulah bisa cepat-cepat Sobat lakukan penjemuran meskipun panas hanya berlangsung 1 atau 2 jam saja, segera jemur secukupnya dan masukkan kembali burung ke dalam rumah ketika mendung mulai terlihat muncul lagi.

Kebersihan sangkarnya.

Udara yang lembab dan basah sangat berpotensi mempercepat tumbuhnya jamur, kotoran yang berada di dasar sangkar jika dibiarkan berhari-hari dalam cuaca yang lembab dan basah seperti saat ini akan berpotensi menjadi jamur di dalam sangkar.

Jamur jika dibiarkan akan cukup berbahaya bagi kesehatan burung di dalam sangkar, jadi rutin setiap pagi membersihkan kotoran di dasar sangkar akan lebih baik untuk menjaga kesehatan dan kebersihan sangkar pada musim hujan.

Lima tips dan pola perawatan burung Pleci pada musim hujan tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber dan ditulis ulang di blog kicau193 ini, semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi Sobat kicau mania dan Pleci mania di tanah air. Salam

Cara mudah merawat Pleci bakalan cepat bunyi

Rahasia perawatan burung Pleci bakalan yang dibeli dari sangkar ombyokan agar bisa cepat bunyi ngeriwik ini, kicau193 dapatkan dari berbagai sumber terpercaya dan sudah sering dicoba oleh pencari bakat burung Pleci, dan hasilnya cukup memuaskan.


Rata-rata jika burung Pleci pilihan dari ombyokan benar berjenis kelamin jantan, dengan perawatan ini maka dalam 2 minggu saja burung sudah bisa bunyi ngeriwik. Memang untuk membedakan dan memilih burung Pleci jantan dalam sangkar ombyokan bukan perihal mudah, karena perbedaan burung Pleci jantan dan betina hampir tidak ada bedanya jika dilihat secara fisiknya.
Untuk cara membedakan dan memilih burung Pleci jantan dan betina, Sobat bisa membacanya di artikel perbedaan pleci jantan dan betina. Baik, oke mari kita kembali pada cara merawat Pleci bakalan supaya cepat bunyi. Berikut ini cara perawatannya :

  1. Tempatkan burung dalam koloni barunya dengan cara memisahkan terlebih dahulu burung Pleci jantan yang terlihat dominan dalam koloni tersebut, tujuannya supaya burung Pleci yang baru dibeli tersebut merasa tidak ada yang mengintimidasinya dalam koloni barunya tersebut.
  2. Perawatan harian tetap disamakan dengan perawatan burung-burung Pleci lainnya, baik pengembunan, penjemuran maupun pakan dan lain-lainnya.
  3. Seperti burung Pleci lainnya, berikan juga pakan buah seperti pisang atau pepaya. Sedangkan voer tetap sediakan juga agar burung terbiasa juga dengan pakan kering tersebut.
  4. Selain buah dan voer, 1 pakan yang harus kita berikan supaya burung bakalan cepat bunyi yaitu ulat hongkong yang putih. Berikan UH putih sebanyak 10 ekor pagi hari dan 10 ekor sore harinya selama 2 mingguan.

Dengan pemberian porsi ulat hongkong tersebut, biasanya dalam waktu kurang dari 2 minggu burung sudah mulai bunyi ngeriwik jika burung dipisahkan dari koloninya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Burung Pleci, sikecil yang semakin ngetop


Selain mencari sumber informasi dari teman-teman kicau mania lain untuk admin jadikan artikel di blog ini, admin kicau193 juga sering sekedar nongkrong di kios-kios atau penjual burung di kota Cilacap.
Demikian halnya ketika bertanya pada penjual-penjual burung tentang burung apa yang sedang tren dan laris, ternyata banyak penjual burug yang menjawab Burung Pleci. Bisa dikatakan popularitas burung Pleci mampu mengalahkan burung-burung besar lainnya.

sangkar pleci, cungkok
Penggemar Pleci di Singapura, sumber grup FB Mata Puteh
Kicau mania pemain lama ataupun pemula banyak juga yang sengaja keliling dari kios ke kios burung hanya untuk berburu Pleci bahan dari ombyokan, biasanya mereka mencari/membeli Pleci hanya sekedar untuk klangenan atau ada juga yang membeli untuk dijadikan jagoan lomba.
Harga yang masih cukup terjangkau oleh siapapun dan juga perawatan dan sangkar yang tidak terlalu merepotkan menjadikan Pleci banyak diburu oleh penghobi burung kicau.
lomba pleci
Suasana lomba Pleci di Singapura, Sumber Mata Puteh
Burung Pleci kacamata mulai populer di tanah air semenjak tahun 2010, namun menurut sumber yang lain jauh sebelum Pleci populer di tanah air, burung Pleci sudah terlebih dahulu populer di negeri tetangga seperti Singapura, Malaysia dan juga Hongkong. Bahkan di Singapura dalam setiap ajang perlombaan burung Pleci, gantangan sangkar lombanya bisa mencapai 200 sangkar banyaknya. Hingga akhirnya demam burung Pleci pun menjalar ke tanah air hingga saat ini.

Dengan semakin banyaknya penggemar Pleci dari hari ke hari, perlahan-lahan harga burung Pleci juga mulai berubah, jika dahulu harga Pleci ombyokan bisa dibeli dengan harga Rp. 5.000 s/d Rp. 7.000,- maka pada saat ini atau tepatnya 5 s/d 6 bulan belakangan, harga Pleci bisa mencapai Rp. 40.000 s/d Rp. 50.000 per ekornya untuk harga bakalan kondisi ombyokan.

Sedangkan harga Pleci pisahan yang sudah terpantau ngeriwik dan pasti jantan, biasanya penjual burung mematok harga sekitar Rp. 100.000,- s/d Rp. 120.000,- setiap ekornya. Untuk Pleci yang sudah ngeroll dan ngalas bukpar namun belum prestasi biasanya dijual mulai harga sekitar Rp. 200.000,- s/d Rp. 350.000,-

Bahkan untuk Pleci yang sudah memiliki prestasi lomba dengan aneka tropi dan piagam, harganya bisa tembus hingga Rp. 1.000.000,- s/d Rp. 3.000.000,- tergantung dengan prestasi, kualitas dan juga materi isian burung tersebut.

Di Indonesia sendiri terdapat bermacam jenis burung kacamata yang sering dijadikan burung lomba dan burung klangenan di rumah, seperti Pleci Buxtomi, Black Capped, Salvadori Enggano, Auriventer, Dakun Maput, Dakun Macok.

Dari beberapa jenis tersebut, yang paling banyak dan mudah kita jumpai yaitu jenis Pleci Dada kuning mata coklat dan Pleci Buxtomi, sedangkan peringkat selanjutnya yaitu jenis Dada kuning mata putih.

Jenis dakun maput termasuk burung kacamata favorit yang banyak dicari oleh Pleman untuk dijadikan gacoan lomba, karena kemampuan kicau dan volumenya bisa melebih dakun macok lokal.

Mengenal Pleci sudah siap untuk lomba

Membawa burung Pleci untuk dibawa ke perlombaan memang tidak bisa asal bawa dan diikutkan perlombaan, kita harus memastikan burung benar-benar sudah siap secara kualitas dan juga mentalnya.
Pleci mania pemain lomba biasanya berani membawa burung untuk perlombaan jika burung sudah siap secara mental, Pleci yang mentalnya sudah mapan biasanya sudah berusia lebih dari 1 tahun dalam perawatan.
lomba pleci
Suasana lomba Pleci
Burung dalam usia di kandang lebih dari 1 tahun, biasanya sudah dewasa dan sudah mapan, ditandai dengan kebiasaan burung yang sering ngalas dan ngeroll meskipun dipindah-pindah cantelan sangkarnya. Namun memang meskipun ketika di rumah, burung sudah ngeroll dan ngalas terus, belum tentu ketika di atas gantangan juga akan demikian. Problem tersebut sering sekali terjadi pada burung Pleci ketika dibawa di sebuah Latber atau Latpres.

Untuk itu jika Anda ingin menjadikan dan melatih Pleci kesayangan Anda untuk perlombaan, caranya bisa dimulai dengan mengkondisikan cantelan sangkar seperti di gantangan lomba. Buatlah gantangan dengan ketinggian seperti di perlombaan. Coba cantel/gantang sangkar pada gantangan simulasi lomba tersebut, jika burung tetap ngalas dan ngeroll di atas gantangan simulasi tersebut, biarkan saja terlebih dahulu dan kemudian sangkar bisa kita dekati di bawahnya.
mandi malam untuk pleci
Mandi malam untuk Pleci menjelang lomba
Perhatikan reaksi burung yang sedang ngalas dan ngerol di atas gantangan simulasi, jika burung berhenti ngalas dan ngerollnya, maka menandakan burung belum siap dibawa ke gantangan lomba karena masih takut jika didekati orang/juri lomba.

Tetapi jika burung tetap melanjutkan ngalas dan ngerolnya tanpa memperdulikan kita yang mendekati sangkarnya, maka menandakan burung sudah mulai memiliki keberanian dan mental ketika berada dalam suasana perlombaan burung yang banyak ditonton orang.

Berteman dengan banyak Pleci mania, menjadikan kita bisa berbagi dan sharing tentang perawatan burung Pleci baik harian maupun menjelang lomba. Demikian juga dengan halnya dengan saya, berikut ini tips perawatan harian dan juga perawatan lomba burung Pleci dari teman-teman Pleci mania yang saya tulis kembali di blog ini.

Perawatan harian Pleci.

  1. Mandi malam rutin dengan menyemprot burung hingga basah, lakukan sekitar pukul 19:00 s/d 21:00 malam.
  2. Selesai mandi malam, tempatkan sangkar di tempat yang terang namun tidak terkena angin langsung sambil diberi Kroto dan Ulat hongkong putih.
  3. Setelah kering, kerodong sangkar hingga paginya saat pengembunan.
  4. Saat matahari mulai muncul, buka kerodong kemudian semprot burung untuk mandi pagi sambil dijemur hingga sekitar pukul 10:00 pagi.
  5. Selesai penjemuran, burung bisa diberi Kroto dan Ulat Hongkong kembali untuk kemudian diangin-anginkan di tempat yang sejuk dan nyaman selama 15 menitan.
Jika selesai penjemuran, burung terus bersuara call diikuti dengan ngalas dan ngeroll tanpa takut kita dekati, maka burung bisa dianggap siap secara mental untuk diikutikan perlombaan. Namun jika burung hanya bersuara call kemudian ngeriwik-iwik saja maka burung belum bisa kita bawa ke perlombaan.

Perawatan Pleci menjelang lomba.

  1. Lakukan mandi malam sebelum esoknya lomba, beri kroto dan ulat hongkong 3 ekor setelah mandi.
  2. Selesai mandi, bulu sudah kering maka sangkar bisa dikerodong hingga esok harinya.
  3. Sampai di lapangan, sebelum digantang, buka kerodong selama 10 atau 30 menitan dan biarkan Pleci berbunyi sesukanya dan kemudian krodong kembali sangkarnya hingga naik lomba.
  4. Ingat, sebelum lomba pastikan sangkar sudah bersih dari sisa-sisa makanan dan juga lepas dan cabut cepuk-cepuk pakan dan minuman ketika perlombaan.
Demikian Sobat Pleci mania, semoga artikel ini bermanfaat dan berguna.

Gambas pakan alternatif untuk Pleci

Sayuran gambas atau oyong selain biasa dikonsumsi oleh manusia untuk sekedar direbus atau dibikin sayur, Oyong juga biasa diberikan pada burung kenari sebagai pakan tambahan. Pagi ini Admin mencoba
memberikan buah gambas/oyong pada Pleci kesayangan karena kehabisan buah pisang dan pepaya,  dan ternyata hasilnya cukup menggembirakan, burung terlihat sangat menyukai dan baru beberapa jam gambas sudah terlihat termakan hampir separuhnya.
pakan pleci, pakan burung
Gambas atau Oyong
Tentu ketika kita memberikan buah dan pakan pada burung kesayangan akan lebih baik jika kita juga mengetahui manfaat dari sisi kesehatan dan nilai kandungan gizi bagi burung, sehingga apa yang kita berikan pada burung bisa berguna dan bermanfaat positif.

Menelisik dan mencari informasi manfaat dari buah gambas atau oyong, ternyata manfaat dan kegunaannya bagi manusia atau hewan yang memakannya cukup baik dan mengandung banyak gizi. Berikut ini manfaat dari memakan buah oyong atau gambas.

Melancarkan peredaran darah.

Oyong dipercaya mampu melancarkan peredaran darah bagi tubuh, jadi jika dimakan Pleci juga mampu membantu metabolisme dan peredaran darah burung.

Menyembuhkan penyakit nafas asma.

Oyong mentah yang dijus bisa untuk menyembuhkan penyakit asma dan pernafasan, jadi dengan oyong gangguan pernafasan burung bisa disembuhkan jika rutin diberikan.

Bisa menyembuhkan cacingan.

Cacingan dipercaya bukan hanya terjadi pada manusia, hewan dan burung pun juga berpotensi terkena cacingan, dengan memakan oyong potensi terserang cacing pencernaan pada burung bisa dikurangi.

Radang tenggorokan.

Buah oyong juga berkhasiat memyembuhkan sakit radang tenggorokan pada burung Pleci.

Selain manfaat-manfaat di atas, dalam setiap 100 gram buah oyong terdapat  kandungan vitamin yang berguna untuk tubuh sebagai berikut : 1.09 g protein, 17 mg calcium,1.6 mg iron, 5.6 lU vitamin A, 7 mg vitamin C.

Jadi tidak ada salahnya untuk rutin juga memberikan buah oyong atau gambas pada burung sebagai pakan buah-buahan pengganti buah lain seperti pisang, apel atau pepaya.

Top