Tips

Berita

Hewan

Kesehatan

Hobby

Makanan Burung

Cucak hijau rumahan, di bawah ini tips perawatannya supaya gacor


Sedih dan kurang semangat ketika melihat burung Cucak hijau rumahan milik kita yang harganya tentu tidak murah dalam kondisi jarang bunyi dan lebih sering terlihat mengembangkan bulu-bulunya di dalam sangkar.
Jangan dulu galau jika Sobat mengalami hal tersebut, baca artikel di bawah ini tentang tips perawatan burung cucak hijau rumahan supaya sehat dan gacor.

Cucak hijau rumahan
Jika mengalami problem tersebut, Anda cukup melakukan perawatan harian burung semaksimal dan sebaik mungkin. Jika perawatan harian Cucak hijau dilakukan dengan maksimal biasanya burung akan merasa senang dan nyaman, maka burung akan rajin bunyi dan gacor.

Seperti kita ketahui bahwa burung Cucak hijau tergolong burung peniru yang cepat, CI akan cepat menirukan burung-burung masterannya jika burung masterannya juga bisa bersuara lantang untuk memancing CI juga bersuara lantang. 

Jadi selain faktor pemasteran, faktor perawatan  pun juga ikut menentukan performa burung mampu bersuara maksimal atau tidak. Biasanya jika kedua faktor tersebut kurang seimbang akan berakibat pada burung cenderung hanya bersuara lirih dan terkesan ngeriwik saja sehari-harinya.

Tips perawatan harian burung Cucak hijau rumahan supaya bisa maksimal

Beberapa perawatan berikut ini bisa membantu burung cucak hijau rumahan agar tampil lebih maksimal:

  1. Pengembunan, pagi hari dengan udara yang sejuk segar menjadi suasana favorit burung-burung liar untuk keluar dari persembunyian dan saling bersautan berbunyi. Demikian juga burung rumahan, penting untuk dilakukan pengembunan untuk merangsang burung bersuara lantang.
  2. Pagi setelah pengembunan, berikan larva kroto berbentuk kapsul sebanyak 5  butir sebagai asupan gizi di pagi hari.
  3. Berikan pisan kepok putih yang tidak terlalu matang namun empuk, berikan dengan cara diberi olesan madu di permukaannya.
  4. Porsi jangkrik juga jangan lupa diberikan setiap harinya, sekitar 3 atau 4 ekor setiap hari tergantung kebiasaan Anda memberikannya.
  5. Tiga atau empat hari sekali, ganti buah pisang kepok dengan buah jeruk. Namun jika dengan buah jeruk burung kurang menyukai, pemberian jeruk bisa dilakukan dengan cara diperas kemudian dimasukkan ke dalam cepuk minum air perasan jeruknya.
  6. Mandi rutin dilakukan, pagi dan sore hari. Cara mandi bisa dilakukan terserah Anda tergantung kebiasaan burung selama ini. 

Mendekatkan burung lain yang bersuara lantang juga boleh dilakukan untuk memancing CI juga bersuara lantang, penempatan jika bisa jangan terlalu dekat namun burung masih bisa mendengar suara burung tersebut.

Melatih burung cucak hijau mini makan voer


Burung Cucak hijau kecil atau biasa disebut Cucak hijau mini merupakan salah satu spesies burung dari Keluarga Chloropseidae, Cucak hijau mini masih berkerabat dengan burung Cucak hijau dan juga Cucak ranting atau biasa disebut burung Mranti. Meski berukuran tubuh kecil, lebih kecil dari Cucak hijau namun Cucak hijau mini memiliki kicauan yang tidak kalah dari Cucak hijau besar.
Ijoan mini begitu di Jawa biasa menyebutnya, juga mampu menirukan aneka macam suara seperti kerabatnya burung Cucak hijau. Oleh karena itu, sehingga Ijoan mini juga banyak diburu kicau mania untuk dijadikan burung kicauan di rumah dan juga bisa juga dijadikan burung Masteran.


cucak hijau mini, ijoan mini
Burung Cucak hijau mini
Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Cucak Hijau, ijoan mini banyak dicari penyuka burung kicauan sejenis Cucak-cucakan. Namun demikian, memelihara Cucak hijau mini memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri yaitu burung dianggap sulit mau makan voer, tidak seperti kerabatnya Cucak hijau besar. Sehingga kita perlu dan harus melatih Cucak hijau mini supaya mau makan voer dengan sabar.

Keuntungan burung mau makan voer.

Keuntungan pemberian pakan Voer untuk burung kicauan seperti Cucak hijau mini yaitu, pemilik bisa lebih tenang ketika akan bepergian agak lama atau jika Anda merupakan pekerja kantoran yang berangkat pagi pulang malam, tentu jika burung sudah mau memakan Voer akan memberikan keuntungan tersendiri yang sangat menolong.

Pakan kering seperti Voer juga membantu burung dalam memenuhi kebutuhan tubuhnya akan nutrisi dan vitamin, dengan Voer burung juga dipercaya akan memiliki umur hidup yang lebih panjang dibandingkan mengandalkan pakan-pakan alami saja.

Bagaimana melatih Ijoan mini supaya mau makan voer ?

Keluhan tentang Ijoan mini yang sulit dilatih makan voer memang sering terdengar di kalangan kicau mania, memang melatih Cucak hijau mini untuk mau memakan voer memerlukan trik dan cara tersendiri apalagi jika burung sudah terlanjur dan terbiasa dengan pakan berupa kroto dan ulat-ulatan.

Karena Cucak hijau mini merupakan burung pemakan buah seperti pisang dan pepaya, maka untuk melatih Ijoan mini supaya ngevoer Anda dapat memanfaatkan kedua buah tersebut dengan cara di bawah ini :

  1. Potong kecil-kecil pisang atau pepaya, tentunya tanpa kulit dan bijinya.
  2. Letakkan potongan buah tersebut ke dalam cepuk wadah pakan Cucak hijau mini.
  3. Beri potongan buah tersebut voer halus kemudian basahi dengan air dan aduk voer dan buah agak tercampur merata.
  4. Letakkan potongan pisang yang belum tercampur voer dan benamkan potongan pisang atau pepaya tersebut setengah bagian ke dalam adonan, hal tersebut bertujuan supaya burung terpancing memakan adonan bersama potongan buah tersebut di dalam cepuk.
  5. Buat dan berikan adonan tersebut setiap hari.

Dalam masa terapi atau latihan tersebut, setiap dua hari sekali porsi voer bisa ditambahkan terus dan porsi buahnya justru kita kurangi. Dengan trik tersebut diharapkan dalam waktu seminggu, burung sudah bisa beradaptasi dengan bau, aroma dan juga rasa pakan kering Voer dan burung terbiasa memakannya.


Meskipun burung sudah mau mengkonsumsi Voer dalam kesehariannya, pakan lain berupa Buah-buahan dan serangga harus tetap diberikan, karena pakan tersebut sangat berpengaruh terhadap kegacoran burung sehari-hari. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Cara memilih Cucak Hijau bermental bagus

Burung cucak ijo atau populer disebut ijoan merupakan salah satu burung favorit baik untuk lomba atau untuk klangenan saja di rumah. Selain warna dan tingkah lakunya yang unik dan enak dipandang, kicauan Cucak Ijo juga bisa sangat bervariasi menirukan aneka suara burung lain.

Ada dua jenis ijoan yang cukup populer di kalangan Ijo Mania, yaitu Ijoan Banyuwangi dan Ijoan Kalimantan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

cucak hijau
Cucak hijau di alam bebas
Namun untuk memilih dan melihat Burung Cucak Ijo yang bagus rata-rata Ijo Mania senior lebih menekankan pada ciri fisik burung dan juga asal-muasal burung tersebut.

Memilih Ijoan yang bagus ?

Kemudian bagaimana cara memilih bahan Cucak Hijo yang bagus dan memiliki mental dan bakat juara untuk lomba ?. Menurut Ijo mania, ada beberapa cara untuk mengetahui seekor Burung Cucak Ijo memiliki mental yang bagus, yaitu sebagai berikut :
  1. Pilih Cucak Hijau dengan ciri postur tubuh panjang dan besar namun terlihat proporsional, dengan bagian kepala, leher, badan dan kaki terlihat seimbang.
  2. Pilih burung dengan paruh tebal dan besar, burung CI dengan ciri paruh seperti disebut konon memiliki suara dengan volume tajam.
  3. Pilih Ci dengan mata besar melotot, menonjol, kepala bulat, besar dan juga terlihat tebal. Ciri Cucak Ijo dengan kepala besar dan tebal menandakan burung bersifat cerdas dan mudah belajar.
  4. Bagian dada lebar dan gaha, bagian punggung melengkung, sayapnya mengepit rapat, kaki burung kokoh dan kuat mencengkeram.
  5. Perhatikan burung ketika bernafas, jika nafas tersengal-sengal dan berbunyi menandakan burung dalam kondisi kurang sehat. Pilih burung dengan ciri bulu rapih dan halus mlisik serta kotoran terlihat padat tidak cair atau berair.
Menurut Ijo mania yang sudah malang melintang dan berpengalaman dalam dunia Cucak Hijau, jika Anda akan membeli Ijoan berkualitas dari Banyuwangi maka pilihlah Ijoan Banyuwangi dari alas Purwo.

Sedangkan jika dari Kalimantan, pilih Ijoan Kalimantan yang berasal dari Berau. Jika Anda sudah mendapatkan Cucak Ijo berkualitas dan bermental juara, maka Anda tidak perlu repot melatihnya dan hanya tinggal merawat dengan baik serta memolesnya saja.


Hati-hati bakalan cucak hijau semiran

Sering kali kicau mania penyuka burung Cucak Hijau merasa tertipu ketika membeli burung CI bakalan di penjual burung dadakan atau penjual burung nomaden, penipuan bakalan burung Cucak Hijau bakalan biasanya dilakukan dengan cara menyemir tenggorokan burung Cucak Hijau betina sehingga terlihat hitam dan seperti Cucak Hijau jantan.


Biasanya penipuan semacam itu banyak dilakukan oleh penjual burung yang berpindah-pindah dan bukan pedagang burung tetap dengan kios burungnya, karena pedagang burung tetap pasti akan dikomplen jika melakukan penipuan dengan cara tersebut.
Cucak hijau jantan
Selain burung Cucak hijau yang biasa digunakan untuk penipuan, burung lain yang sering juga digunakan untuk hal yang sama yaitu Kacer Poci/Gocci dengan cara disemir dadanya hingga terlihat hitam semua sehingga menyerupai burung Kacer Hitam.

Jika Sobat kicau kebetulan akan membeli bakalan Cucak Hijau bakalan atau Kacer Hitam bakalan, maka tidak perlu malu atau nggak enak untuk mengecek lebih jeli dan teliti sebelum membelinya.

Burung dengan bulu semiran akan sangat mudah dilihat dengan cara dipegang langsung dan cek langsung bagian bulu yang kita curigai. Karena sebaik apapun, semiran pasti tidak akan sempurna, bulu bagian dalam pasti akan ada yang terlewat oleh semir tersebut. Selain itu, biasanya akan terdapat percikan semir yang tertinggal di kulit burung.

Deteksi jenis kelamin Cucak Ijo trotolan.

Problem di atas sering kali timbul karena kita awam dan tidak mengerti cara membedakan jenis kelamin Cucak Hijau jantan dan betina ketika masih trotolan.
Cucak ijo trotol
Seperti pernah ditulis di blog Omkicau tentang waspadai penipuan burung Cucak Hijau semiran yang sering kali memakan korban, penipuan tersebut terjadi karena ketidak tahuan calon konsumen sehingga sering menjadi sasaran penipu.

Memang ketika Cucak Hijau masih berusia muda/trotol sekitar usia 2 s/d 4 bulan, ciri fisik dan warna antara Jantan dan Betina nyaris sama persis dengan warna hijau muda  serta di bawah paruh terdapat warna kuning muda. Jadi jika kita yang masih awam akan kesulitan untuk membedakan jantan dan betinanya.

Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi kicau mania yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dengan dunia burung Cucak Hijau. Ada beberapa cara yang cukup jitu dan sering dijadikan patokan untuk membedakan jantan dan betina cucak hijau trotolan. Berikut ini tips dan cara membedakan burung Cucak Hijau bakalan, sehingga Anda tidak tertipu Cucak Hijau semiran.
  1. Burung CI bakalan jantan ketika masih berumur di bawah 4 bulan pada bagian alis yang melingkar akan berwarna kuning, sedangkan yang betina berwarna putih.
  2. Bagian bawah paruh, jika jantan akan berwarna coklat sedangkan yang betina akan berwarna putih.
    Ketika bakalan Cucak hijau berusia di atas 4 s/d 6 bulan, jika betina warna kuning bagian lehernya akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan CI jantan, warna kunign pada bagian lehernya akan terdapat bintik-bintik hitam dan lama kelamaan warna hitam tersebut semakin jelas dan tegas.
  3. Semakin dengan bertambahnya umur CI jantan, maka warna hitam di bawah leher akan terus menutup hingga di bagian bawah mata burung.
Demikian artikel tentang membedakan Cucak Hijau bakalan dari trotol sehingga bisa menghindari penipuan burung semiran di bagian lehernya, semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Salam kicau

Cucak hijau Anda terlalu giras coba tips ini

Membeli burung Cucak hijau bakalan memang memiliki tantangan tersendiri, selain bisa menghemat isi dompet karena harga CI bakalan yang lebih murah dibandingkan dengan yang sudah jadi. Ketika bisa membuat burung Cucak Hijau bakalan menjadi burung yang jinak dan gacor tentu memiliki kebanggaan tersendiri buat kicau mania yang membeli CI bakalan dengan harga murah.


Namun menjinakkan burung Cucak Hijau yang terlalu giras hasil tangkapan hutan bukan perihal gampang dan mudah, salah-salah justru membuat kita jadi stress dan putus asa. Jika sudah mengalami keputus asaan   ujung-ujungnya burung dijual kembali..he3x.. Sobat ijomania tidak ada salahnya mencoba tips ini, untuk bisa menjinakkan cucak ijo yang terlalu giras. Tips ini admin dapatkan dari blog burung milik Om.Duto dari omkicau dot com.
Burung cucak hijau
Dari beberapa kasus, banyak ijomania yang cukup galau ketika mendapati Cucak Hijau bakalannya meskipun sudah berminggu-minggu coba dijinakkan namun belum mendapatkan hasil dan perkembangan yang positif. Ketika memasukkan tangan ke dalam sangkar atau sangkar Cucak Ijo didekati, burung tetap gradag-grudug ketakutan dan ngeruji. Semoga artikel ini bisa membantu Sobat ijo mania yang ingin mencoba menjinakkan Cucak Ijo bakalan muda hutan yang masih terlalu giras di rumah.

Penanganan awal setelah membeli Cucak Ijo.

Ketika baru saja memboyong Cucak Ijo dari penjual ke rumah, biarkan dan gantang Burung Cucak Ijo di tempat yang tenang di rumah. Persiapkan sangkar dengan baik dan benar-benar siap, sehingga ketika burung masuk sangkar maka sangkar sudah siap dan kita tidak perlu lagi merubah posisi tengkrengan atau tempat minum, hal tersebut berpotensi membuat burung semakin stress.

Biarkan burung mempelajari dan mengenal kondisi sangkar baru serta lingkungan barunya di rumah Anda, jika Anda tidak memiliki tempat yang tenang untuk menggantang CI bakalan, maka lakukan pengkerodongan selama beberapa hari. Pembukaan kerodong bisa dilakukan ketika mengganti pakan saja.

Melepas tempat pakan.

Jika setelah beberapa hari melakukan penjinakkan dengan cara di atas namun belum mampu mengurangi tingkat kegirasan burung Cucak Ijo, maka cara lain yang bisa dikatakan cukup ekstrim bisa dengan member pelajaran pada burung bahwa kita bukanlah musuhnya. Namun kita selaku pemilik merupakan sahabat dan sekaligus majikan Burung tersebut.. Tapi entahlah, sebenarnya siapa majikan dan siapa pelayannya yah…he3x…

Cara memberi pelajaran pada burung bisa dilakukan dengan melepas cepuk pakan dan pakan pisang/buah pada malam hari ketika burung beristirahat. Lepas dan ambil semua pakan tersebut sampai pagi harinya.

Pagi hari ketika burung terbangun dan lapar mendapati pakan tidak ada/tidak tersedia, biasanya burung akan berada di dasar sangkar untuk mencari pakannya. Pada kondisi tersebut, coba sodorkan sepotong pisang yang sudah terkupas kulitnya dengan tangan kita dari luar sangkar.

Lakukan cara tersebut berulang kali, karena biasanya burung belum mau mematuk pisang yang kita sodorkan dengan tangan dari luar sangkar untuk pertama kalinya.

Jika burung sudah mau mematuk pisang yang kita sodorkan dengan tangan langsung dari luar sangkar, maka mulailah melatih kembali dengan memberikan pisang/pakan pada pagi hari berikutnya dengan cara memasukkan pakan/pisang ke dalam sangkar dengan tangan kita langsung.

Lakukan cara tersebut dengan sabar dan diulang-ulang setiap pagi, hingga burung mau dengan mudah mematuk pakan yang kita sodorkan ke dalam sangkar dengan tangan kita langsung. Jika burung sudah mau mulai mematuk tangan kita langsung tanpa pakan yang kita sodorkan itu tandanya burung sudah mulai bisa jinak dan tidak giras lagi.

Gantang sangkar di keramaian.

Setelah kedua cara di atas sudah dilakukan dan burung sudah mulai jinak dengan mau mengambil pakan langsung dari tangan kita, maka waktunya kita mengenalkan pada burung mengenai lingkungan sekitarnya yaitu lingkungan manusia. Cara tersebut biasanya dilakukan dengan menggantang sangkar pada ketinggian rendah dan dekat dengan aktivitas manusia.

Cara ini dilakukan supaya burung bisa mengenal lingkungan barunya yaitu lingkungan manusia yang sebenarnya tidak mengancamnya, dengan melihat lalu lalang manusia di sekitar sangkarnya namun tidak melukai dan menyentuh burung tersebut. Maka dengancara tersebut mental burung menjadi terbentuk, sehingga burung lebih tenang dan jadi rajin berbunyi meski di lingkungan yang ramai sekalipun.

Demikian tips cara menjinakkan burung cucak hijau bakalan yang giras dan sulit untuk kita jinakkan. Salam kicau dan semoga bermanfaat.


Top