Tips

Berita

Hewan

Kesehatan

Hobby

Makanan Burung

Mengenal burung gereja

Hampir di setiap sudut bangunan di perkotaan besar, kita bisa dengan mudah menemukan burung gerejaBurung dengan warna dominan coklat ini terbiasa hidup berkoloni dari gedung ke gedung untuk mencari makan dan membuat sarang. Dalam literatur perburungan internasional, burung gereja memiliki nama Sparrow.

Burung gereja | Foto : wikipedia
Awalnya burung gereja hanya bisa dijumpai di benua Asia, Afrika dan Eropa saja, namun ada seseorang yang sengaja membawanya ke Australia dan Amerika, hal ini lah menyebabkan penyebaran burung gereja meluas hingga ke seluruh dunia sampai ada di setiap negara.

Dalam literatur perburungan internasional yang dikutip dari wikipedia, burung gereja sebenarnya memiliki 27 spesies yang kesemuanya merupakan masih satu famili dari keluarga Passeridae, tetapi yang sering dan mudah kita temukan di negara kita hanya jenis burung Gereja Erasia. Tetapi karena minimnya sumber artikel, sementara kicau193 hanya membahas tentang burung gereja erasia saja pada artikel ini.

Ciri burung gereja erasia

Burung gereja erasia atau Eurasian tree sparrow memiliki ciri dengan panjang tubuh sekitar 14 cm, jenis burung gereja ini bercirikan warna bulu cokelat dengan bagian dagu, tenggorokan, bercak pipi dan strip berwarna hitam.
Koloni burung gereja | Foto : wikipedia
Pada bagian bawah tubuhnya memiliki warna kuning keabu-abuan, kemudian warna bulu bagian atasnya berbintik-bintik cokelat dengan titik-titik berwarna hitam dan putih.

Inilah spesies burung gereja yang umum ditemukan di Indonesia. Eurasian tree sparrow atau burung 
Selain di Indonesia, burung gereja erasia atau Eurasian tree sparrow juga bisa kita temukan di negara asia lainnya seperti India, Tiongkok, Malaysia serta kawasan Asia Tenggara lainnya.

Di Indonesia, burung gereja akan mudah kita temui di Sumatera, Jawa dan juga Pulau Bali. Burung gereja erasia menyukai sudut-sudut bangunan tinggi dan juga pepohonan untuk membuat sarang dan berkembang biak.

Semoga bermanfaat

Trik merawat burung gereja lolohan supaya tetap jinak saat dewasa


Memelihara burung gereja dari piyik lolohan ternyata bukan jaminan burung akan jinak saat dewasa, permasalahan burung yang justru menjadi giras ketika dewasa ternyata cukup hangat dibicarakan dalam sebuah grup pencinta burung gereja di facebook.
Penyuka burung gereja rata-rata mengeluh burung peliharaannya tetap giras meskipun burung diperlihara dan dirawat dari masih piyik lolohan.

Piyikan burung gereja
Setelah mengamati berbagai masukan dan saran dari penyuka burung gereja lainnya, kicau193 akhirnya bisa merangkum dan menuliskannya ulang di blog ini tentang cara merawat piyik burung gereja supaya ketika dewasa nantinya burung tetap jinak dan tidak ketakutan ketika sangkar kita angkat atau dekati.

Berikut ini cara merawatnya !

  • Selalu biasakan meloloh anakan burung gereja menggunakan tangan langsung, buat suasana sedekat mungkin setiap hari saat meloloh burung gereja.
  • Jangan sediakan pakan di dalam sangkar burung gereja yang belum menginjak dewasa, buat burung selalu tergantung dengan kita yang meloloh. Lakukan cara tersebut hingga ekor burung tumbuh penuh/panjang.
  • Selama masa lolohan di dalam sangkar, jangan gantang piyikan burung gereja di luar rumah. Burung piyik yang digantang di luar rumah biasanya akan didatangi burung gereja liar lainnya dan burung muda di dalam sangkar biasanya akan terbawa sifat dan karakter liarnya dari burung liar yang datang.
  • Penjemuran, lakukan penjemuran secukupnya saja dan hindari sangkar didatangi atau dikerubuti oleh burung gereja liar lainnya.
Coba lakukan perawatan seperti tersebut di atas, lihat hasilnya ketika burung sudah dewasa. Sedangkan jika burung yang sudah terlanjur giras meskipun dirawat dari anakan, rasanya tidak menjadi masalah asalkan burung masih tetap mau bunyi dan mengeluarkan suara cerecetannya..semoga bermanfaat


Top