Tips

Berita

Hewan

Kesehatan

Hobby

Makanan Burung

Supaya trucukan rajin bunyi, coba pakan racikan ini

Selain karena kualitas burung, burung yang rajin bunyi juga bisa disebabkan oleh pakan dan pola perawatannya. Pola perawatan dan pakan yang konsisten tidak berubah-ubah dipercaya akan membuat burung juga konsisten rajin bunyi. 


Pemberian pakan yang disukai burung dan berkualitas baik dari segi gizi dan vitaminnya akan sangat menentukan performa burung dalam kesehariannya.  
Beragam cara dilakukan oleh kicau mania termasuk trucukan mania demi memenuhi kebutuhan asupan gizi untuk burung trucukannya, salah satunya yaitu dengan membuat sendiri pakan racikan dari berbagai bahan-bahan pilihan.

Tapi bagaimana cara membuat pakan campuran berupa racikan berbagai bahan untuk burung trucukan ?. Berikut ini cara membuat pakan racikan trucukan lengkap dengan bahan yang dibutuhkan.

Bahan-bahan yang dibutuhkan

  1. Voer kasar/Scrumbel  1 kg
  2. Telur ayam 1 atau 2 butir.
  3. Jahe, Kunyit dan Kencur masing-masing sebesar kelingking kita.
  4. Madu 50 ml
  5. Tepung Jangkrik, dan jika ada biji Fumayin.
  6. Multivitamin burung/ayam 1 sendok makan.

Olah Jahe, kunyit dan kencurnya terlebih dahulu

  1. Parut halus bahan jahe, kunyit dan kencur kemudian masukkan paruhan ke dalam kain bersih dan rendam ke dalam air panas bersih selama 5 menit.
  2. Peras parutan rempah yang ada di dalam kain hingga airnya keluar dan dicampurkan ke dalam air panas bekas rendaman tadi.

Membuat pakan voer racikan

  1. Campurkan semua bahan di atas kemudianaduk-aduk hingga semua bahan tercampur merata, berikan air secukupnya hingga adonan bahan menyatu sempurna “tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering”
  2. Bila bahan-bahan sudah tercampur sempurna, keringkan dengan cara dijemur atau disangrai di atas wajan dengan api kecil, hanya untuk mematangkan dan mengeringkan pakan voer tersebut saja.
  3. Setelah bahan terlihat kering dan tercampur rata saat disangrai, voer racikan bisa diangkat untuk didinginkan dan disimpan ke dalam wadah yang bersih dan tertutup rapat.
Lebih baik jika Anda ingin membuat voer racikan ini, buatlah bersama teman Anda yang lain. Hasil pembuatan bisa dibagi 2 atau 3 orang.

Cara penjinakkan burung trucukan


Cara dan proses penjinakkan burung trucukan rasa-rasanya jika dibandingkan dengan penjinakkan burung-burung besar lainnya tidak jauh berbeda dan cenderung hampir sama caranya.
Beberapa metode penjinakkan menerapkan trik yang sama juga yaitu dengan terapi pakan dan penggantungan sangkar di keramaian.

Menyenangkan, jika memiliki Trucukan sudah jinak
Tetapi jika Anda ingin lebih jelas mempelajari cara penjinakkan burung trucukan dengan metode pakan dan penggantangan sangkar di tempat ramai, silahkan Anda lanjutkan menyimak artikel ini sampai selesai.

Cara menjinakkan trucukan dengan metode terapi pakan.


  1. Ambil cepuk pakan menjelang sore hari pada pukul 16:00 hingga pagi harinya.
  2. Pagi hari dengan cepuk yang masih belum terpasang, burung dimandikan sampai basah kuyup.
  3. Sekitar pukul 08:30, berikan jangkrik yang ditusuk dengan lidi panjang, jika burung belum mau menyambar jangkrik yang kita berikan, letakkan saja di cepuk pakan.
  4. Ulangi cara tersebut 30 menit kemudian, berikan jangkrik hingga burung kenyang.
  5. Setelah burung terlihat enggan memakan jangkrik yang kita berikan, maka cepuk voer dan buah bisa kita pasang lagi hingga sore hari pukul 16:00.
  6. Ulangi cara penjinakkan tersebut selama beberapa hari, hingga burung mengalami perubahan perilaku terhadap kita.

Penjinakkan dengan metode gantang di keramaian.


  1. Gantang tinggi di tempat yang sering ditinggali orang, tempat ramai.
  2. Setiap 1 pekan, masih di tempat yang sama, turunkan ketinggian gantangan sekitar 20 cm, jadi jika semula 2 meter, maka setelah sepekan menjadi 180cm.
  3. Ulangi terus cara di atas hingga ketinggian cukup saja, kira-kira ketinggian sangkar pas sejajar dengan wajah kita.
  4. Saat memandikan dan penjemuran, coba letakkan sangkar di lantai dan di tempat yang agak-agak ramai dan sering dilalui orang, bukan dilalui kucing ya..hehehe..
  5. Pemandian burung bisa dilakukan sebanyak 2 s/d 3 kali dalam sehari, setelah agak jinak bisa 1x saja dalam seharinya.

Dikutip dari grup facebook trucukan mania, yang ditulis oleh Om. Fathoni Aan.

Membuat trucukan makin gacor dengan buah mengkudu


Seperti pernah kicau193 ulas sebelumnya tentang khasiat buah mengkudu untuk mengacorkan burung kicauan, mengkudu meskipun bau buahnya kurang sedap jika sudah masak namun buah ini memiliki seribu macam khasiat baik bagi manusia atupun burung kicauan.

Mengkudu bagi manusia sendiri dipercaya mampu menyembuhkan beberapa jenis penyakit seperti diabetes dan kangker, sedangkan bagi burung kicauan, mengkudu mampu memberikan efek mendongkrak stamina dan juga menggacorkan burung. Salah satunya ialah, mengkudu juga berkhasiat membuat burung trucukan atau crocokan tambah gacor.
buah mengkudu, pace
Buah mengkudu matang berwarna putih
Beberapa kicau mania rupanya sudah cukup lama memberikan buah mengkudu sebagai cara untuk terapi burung Trucukan agar lebih gacor. Dengan terapi buah mengkudu, trucukan dipercaya akan lebih gacor hanya dalam beberapa hari terapi.

Seperti pada bahasan sebelumnya, bahwa selain membuat trucukan makin gacor, mengkudu juga mampu mendongkrak stamina burung. Jadi kemungkinan buah mengkudu selain baik untuk trucukan, mengkudu juga bisa diberikan pada burung kicauan lainnya seperti  ciblek, tledekan, jalak ataupun burung lain seperti kacer.

trucukan, crocokan
Burung trucukan
Sebelum Anda mulai memberikan terapi mengkudu pada burung kicauan Anda, akan lebih baik jika Anda perhatikan hal-hal sebagai berikut supaya hasilnya tidak mengecewakan.

  • Pastikan burung yang akan Anda terapi merupakan burung sudah bunyi dan dewasa, minimal berusia 5 s/d 6 bulan atau lebih karena terapi bersifat membuat trucukan lebih rajin bunyi.
  • Burung dalam kondisi sehat, fit dan tidak dalam kondisi sakit.
  • Berikan buah mengkudu sebagai minuman tambahan dan bukan digunakan sebagai minuman pengganti air minum burung.

Cara memberikan buah mengkudu untuk burung Trucukan.


  1. Cari dan siapkan buah mengkudu yang sudah matang, biasanya mengkudu matang berwarna putih dan berbau anyir. Bersihkan buah mengkudu, supaya bersih.
  2. Rebus buah mengkudu bersama air bersih sebanyak 2 gelas.
  3. Tunggu rebusan buah mengkudu hingga matang, biasanya air berubah warna dan mengental.
  4. Setelah air berubah warna dan mengental, air rebusan bisa diangkat dan didinginkan.
  5. Saring air rebusan mengkudu dengan kain bersih setelah dingin, buang ampasnya dan ambil airnya saja.
  6. Berikan air rebusan daun mengkudu di dalam cepuk terpisah dengan air minum burung.
  7. Air rebusan ini bisa diberikan kepada trucukan, ditempatkan dalam cepuk terpisah.
  8. Simpan sisa air rebusan mengkudu untuk bisa diberikan esok harinya dan setelah beberapa hari ada baiknya jika kualitas air rebusan mengkudu juga sambil diperiksa apakah kualitasnya masih bagus dan layak diberikan pada trucukan atau tidak. Jika dirasa air sudah kurang baik, maka jangan diberikan lagi dan ganti dengan membuat yang baru.

Baca juga artikel lain merawat burung trucukan yang macet bunyi, di artikel Merawat burung trucukan macet bunyi.

Berikan air rebusan buah mengkudu selama satu minggu berturut-turut, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Rawatan trucukan supaya rajin bunyi

Merawat burung trucukan supaya bisa rajin bunyi rasanya tidak terlalu rumit dan tidak jauh berbeda juga dari burung cucak-cucakan lainnya seperti Kutilang, Cucak Jenggot atau Cucak Hijau.
Trucukan atau crocokan cukup banyak digemari karena harga dan cara perawatan hariannya yang relatif mudah dan murah. Rasanya dari jenis burung cucak-cucakan, burung Trucukan bernasib lebih baik dibandingkan dengan burung Kutilang yang cenderung kurang disukai oleh kicau mania karena dianggap merusak suara burung lain.

crocokan, trucukan
Burung jog-jog atau Trucukan
Trucukan memang memiliki suara dan kicauan yang unik dan khas, selain keras dan tajam. Suara kicauan trucukan ketika sedang ngeroll juga mirip suara burung Cucak rowo. Karena suara ropellan trucukan yang hampir mirip suara Cucak rowo, menjadikan trucukan banyak dicari untuk digunakan sebagai pemancing Cucak rowo bersuara ngeropell.

Biasanya trucukan jika sudah ngropell, rajin berkicau dan sudah mau ngaruda, maka harga burung trucukan tersebut bisa mahal dan tinggi. Pada artikel ini, kicau193 mencoba berbagi cara supaya burung trucukan lebih rajin berkicau, resep ini didapat dari blog agrobur.com, berikut ini resepnya.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat racikan pakan trucukan.


  • Apel segar ½ buah saja.
  • Kroto bersih, 2 sendok makan.

Cara membuatnya.


  1. Parut apel hingga lembut, peras parutan apel hingga airnya hilang.
  2. Gunakan ampas parutan apel dengan cara dicampur dengan kroto bersih, kemudian aduk hingga merata.
  3. Berikan secukupnya pada burung, sisanya bisa disimpan di dalam lemari pendingin untuk esoknya hingga habis.

Pakan racikan model seperti ini sering digunakan juga pada Pleci, Tledekan dan burung lainnya. Hasilnya banyak yang cocok dan berhasil.


Trucukan si murah dengan kicauan mewah

Bukannya sedang mensanjung tinggi burung trucukan, namun memang kenyataan bahwa burung yang biasa disebut trucukan, jog-jog atau crocokan ini memiliki suara yang cukup mewah dan merdu ketika sedang ngeroll. Mendengar suara ngeroll trucukan sebenarnya hampir mirip dengan suara kicau burung Cucak Rawa yang harganya bak langit dengan bumi ketika dibandingkan harga kedua burung tersebut.


Trucukan merupakan burung yang masuk dalam rumpun cucak-cucakan, masih serumpun dengan burung Cucak Jenggot, Cucak Ijo, Kutilang, Cucak Rawa dan burung cucak-cucakan lainnya.

Karena trucukan merupakan burung kicauan di kawasan asia tropis serta Afrika, maka tidak heran jika kita bisa menjumpai Trucukan di Asia Tenggara, Malaysia, Filipina dan termasuk Indonesia sendiri. Di Indonesia trucukan mudah kita jumpai di Sumatera, Kalimantan, Bali dan tentunya Pulau Jawa.


Dalam perkembang biakannya, trucukan biasanya bersarang dalam cawan anyaman dedaunan serta rerumputan di dahan rerantingan pohon dengan cara menganyamnya menjadi sebuah cawan untuk bertelur dan mengerami telurnya. Telur burung trucukan secara umum akan berjumlah antara dua atau tiga butir sekali bertelur dan mengeramina, dengan warna telur putih berbintik coklat ungu.

Trucukan menyukai tinggal di daerah terbuka dengan semak dan belukar, tepian jalan perkotaan, perkebunan rumah serta taman-taman di sekitar kota atau gedung-gedung perkotaan. Sehingga kita justru mudah menjumpai burung trucukan di taman-taman kota besar pada pepohonan tinggi untuk menghindari perburuan manusia. Trucukan merupakan burung yang menyukai hidup berkelompok, sehingga kita akan sering menjumpai koloni trucukan ketika sedang mencari makanan di alam bebas. Biasanya selain dengan sesama trucukan ketika mencari makanan, trucukan juga sering terlihat bersama burung serumpun lainnya seperti kutilang atau cucak jenggot.

Sangkar trucukan bersama kedua piyikan trucukan
Sekilas melihat warna dan postur tubuh burung trucukan memang kurang menarik, dengan warna punggung dan sisi atas burung berwarna coklat kelabu kusam, sedangkan bagian tenggorokan hingga kloaka berwarna putih kusam keabuan, bagian kepala memiliki garis keabuan pada tengahnya. Jauh berbeda dengan burung serumpunya seperti Cucak hijau dengan warna hijau yang menarik, namun burung trucukan banyak dipelihara oleh pencinta kicau burung dengan alas an sebagai kesenangan atau sebagai kicauan meski warnanya kurang menarik.

Selain sebagai kesenangan, trucukan banyak diminati juga karena harganya yang cukup terjangkau meskipun suara kicaunya merdu dan keras karena termasuk burung besar. Keunikan lain kenapa orang menyukai memelihara burung trucukan karena burung trucukan sering kali berbunyi ketika ada orang datang yang belum dikenalnya, bahkan jika burung sudah bisa berbunyi ketika ada orang datang dengan cara membuka sayapnya menandakan burung sudah mau ngaruda atau garudaan. Hal  tersebut menjadikan burung trucukan sering dimanfaatkan juga sebagai penjaga rumah oleh pemeliharanya, untuk menandakan ada orang datang dengan bunyinya crok..crook…atau kolak….kalik….kolak…kalik, demikian suara ropelan burung trucukan.

Trucukan ketika dipelihara di dalam sangkar biasa diberi pakan berupa buah-buahan seperti pisang, pepaya dan voer kering. Selain pakan-pakan tersebut, trucukan juga menyukai pakan berupa serangga atau ulat-ulatan sebagai ekstra foodingnya.

Meskipun jantan atau betina, kedua jenis kelamin burung trucukan tersebut masing-masing mau berkicau dan berbunyi, meskipun burung trucukan jantan memiliki variasi kicauan lebih beragam dan lebih keras tentunya. Trucukan juga bisa dijadikan burung masteran untuk burung lomba lainnya seperti Murai Batu, Cucak Hijau, Kacer dan burung lainnya.

Membedakan jantan dan betina burung trucukan.

Ada yang berpendapat jika trucukan jantan memiliki jambul yang akan berdiri ketika burung sedang ngeriwik dan ngeropel. Pendapat lain juga mengatakan jika trucukan jantang pada bagian rongga mulutnya berwarna kekuningan dibandingkan dengan yang betina.

Namun ada juga pendapat mengatakan jika burung trucukan betina akan lebih cerewet dan rajin berbunyi seperti burung cucak-cucakan lainnya, seperti burung Cucak Jenggot atau Burung Cucak Rawa.

Terlepas dari berbagai pendapat tentang keunggulan kicauan antara trucukan jantan dan betina, kicau193 beropini bahwa trucukan termasuk burung murah namun kualitas tidak kalah dengan burung mewah lainnya. Selain itu kita harus tetap bijak mengekplorasi trucukan dari alam bebas, sehingga anak cucu kita masih bisa menjumpai trucukan di alam liar kelak.



Top