Tips

Berita

Hewan

Kesehatan

Hobby

Makanan Burung

Trik merawat burung gereja lolohan supaya tetap jinak saat dewasa


Memelihara burung gereja dari piyik lolohan ternyata bukan jaminan burung akan jinak saat dewasa, permasalahan burung yang justru menjadi giras ketika dewasa ternyata cukup hangat dibicarakan dalam sebuah grup pencinta burung gereja di facebook.
Penyuka burung gereja rata-rata mengeluh burung peliharaannya tetap giras meskipun burung diperlihara dan dirawat dari masih piyik lolohan.

Piyikan burung gereja
Setelah mengamati berbagai masukan dan saran dari penyuka burung gereja lainnya, kicau193 akhirnya bisa merangkum dan menuliskannya ulang di blog ini tentang cara merawat piyik burung gereja supaya ketika dewasa nantinya burung tetap jinak dan tidak ketakutan ketika sangkar kita angkat atau dekati.

Berikut ini cara merawatnya !

  • Selalu biasakan meloloh anakan burung gereja menggunakan tangan langsung, buat suasana sedekat mungkin setiap hari saat meloloh burung gereja.
  • Jangan sediakan pakan di dalam sangkar burung gereja yang belum menginjak dewasa, buat burung selalu tergantung dengan kita yang meloloh. Lakukan cara tersebut hingga ekor burung tumbuh penuh/panjang.
  • Selama masa lolohan di dalam sangkar, jangan gantang piyikan burung gereja di luar rumah. Burung piyik yang digantang di luar rumah biasanya akan didatangi burung gereja liar lainnya dan burung muda di dalam sangkar biasanya akan terbawa sifat dan karakter liarnya dari burung liar yang datang.
  • Penjemuran, lakukan penjemuran secukupnya saja dan hindari sangkar didatangi atau dikerubuti oleh burung gereja liar lainnya.
Coba lakukan perawatan seperti tersebut di atas, lihat hasilnya ketika burung sudah dewasa. Sedangkan jika burung yang sudah terlanjur giras meskipun dirawat dari anakan, rasanya tidak menjadi masalah asalkan burung masih tetap mau bunyi dan mengeluarkan suara cerecetannya..semoga bermanfaat

Bolehkah memandikan burung dengan dihujan-hujankan

Tahukah Anda jika air hujan yang turun tidak selamanya harus dihindari oleh burung peliharaan kita. Jika kita amati lebih seksama, ketika air hujan sedang turun dengan derasnya disertai dengan gemericik air, burung-burung justru terlihat berkicau dengan riangnya.
Hujan dengan suara gemricik air dan suasana sejuknya memang dianggap bisa menjadi pengobat stress pada burung kicauan. Jadi apa sajakah sebenarnya manfaat dan kegunaan hujan untuk burung kicauan di rumah ?

Burung mandi di tengah gerimis hujan
Beberapa manfaat menghujankan dan membiarkan burung terkena air hujan sembari mendengarkan suara gemericik airnya :
  1. Burung merasakan sejuknya guyuran air alami dari hujan, sehingga memperlancar peredaran darah dan metabolisme pada tubuh burung.
  2. Melatih burung mandi sendiri langsung dari guyuran air hujan.
  3. Mengurangi tingat stress pada burung.
  4. Dengan dihujankan, ada yang menganggap bisa mendongkrak birahi burung yang akan ditangkarkan.

Meskipun berbagai manfaat baik bisa didapatkan dari membiarkan burung berhujan-hujanan, tetapi untuk menghujankan burung di bawah guyuran air hujan harus juga memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

Bukan hujan yang lebat.

Jangan asal memandikan burung di bawah air hujan yang lebat, pilihlah hujan yang sedang atau gerimis rapat saja. Selain itu, hujan yang disarankan untuk memandikan burung adalah hujan yang turun pada pagi hingga hampir siang saja.
Hujan terlalu lebat tidak disarankan digunakan untuk memandikan burung
Hujan yang turun dari siang hingga sore hari kurang baik untuk memandikan burung, karena hujan pada siang hingga sore sudah banyak mengandung asam yang bisa menyebabkan burung justru sakit.
Jangan terlalu lama memandikan burung dibawah guyuran air hujan, cukup 10 hingga 20 menit saja sudah cukup dan tidak boleh lebih dari itu.

Cara memandikan burung dengan dihujankan saat hujan turun.

  • Gunakan sangkar lain, untuk memandikan burung dengan cara dihujankan saat hujan turun, menggunakan sangkar harian dikhawatirkan bisa merusak sangkar harian tersebut.
  • Akan lebih baik lagi saat memandikan burung dibawah guyuran air hujan menggunakan sangkar keramba yang biasa untuk mandi burung.
  • Memandikan burung dengan dihujankan juga bisa dilakukan menggunakan sangkar umbaran yang besar, sehingga burung bisa juga menikmati guyuran air dan kebebasan terbang di dalam sangkar yang lebar.

Perlu juga Sobat ketahui, beberapa jenis burung yang sangat menyukai dimandikan dengan cara dihujan-hujankan adalah burung poksay, branjangan, Pleci, trucukan, kutilang, beo, jalak-jalakan dan kacer. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat


Ini dia tips merawat Pleci yang masih lolohan


Memelihara Pleci dari masih piyik lolohan memang merepotkan dan membutuhkan cara merawat yang agak sabar dan telaten, karena kita harus ekstra sabar dalam menjaga burung lolohan yang sebentar-bentar bunyi ciap-ciap meminta makan.

Bayangkan saja, burung lolohan biasanya setiap berapa jam sekali pasti ciap-ciap sambil mangap minta makan. Jika terlambat dan salah perawatan, burung yang masih piyik lolohan justru bisa mati dan kita tidak akan mendapatkan apa-apa selain rasa kecewa.
Pleci umur masih beberapa hari, masih merah
Jadi jika Anda termasuk orang yang sibuk bekerja dan jarang di rumah, tetapi ingin memiliki Pleci bakalan dari lolohan. Maka sediakanlah seorang assisten untuk menjaga menyuapi burung Pleci piyikan tersebut. Hehehe...

Tapi bagaimana dan apa makanan untuk Pleci yang masih lolohan supaya sehat dan tumbuh baik ketika dewasa ?. Berikut ini ulasannya

Perawatan harian Pleci dari lolohan

  1. Buatkan bubur voer, dicampur/diberi kroto bersih yang putih dan bagian dalam perut jangkrik. Aduk dengan air hangat supaya merata.
  2. Berikan pakan bubur voer dengan campuran tersebut setiap 2 jam sekali, cara pemberian tersebut bisa jadi hingga burung berumur 2 bulanan. Meskipun pada usia 1 bulan Pleci anakan sudah bisa berjalan sendiri, tetapi masih tetap harus diloloh.
    Pleci umur 1 s/d 2 bulanan
  3. Pada umur 2 bulanan ke atas, burung sudah mulai bisa makan sendiri dan pada burung jantan biasanya sudah mulai bisa/mau ngeriwik pelan. Itulah keunggulan memelihara Pleci dari piyik masih lolohan.
  4. Jadi pada usia 2 hingga 6bulan, pembentukan masteran atau isian merupakan waktu yang efektif dan tepat karena burung dalam masa belajar dan tumbuh.
  5. Pemain Pleci yang sudah berpengalaman, biasanya menyediakan ruangan khusus untuk memaster Pleci anakan yang berusia 2 hingga 6 bulan tersebut dengan mengkondisikan burung tidak mendengar suara dari Pleci lainnya.

Perawatan Pleci piyik masih lolohan memang terkesan merepotkan, tetapi jika Anda melihat hasilnya, tentu kerepotan yang dilalui selama merawat akan terbayar dengan hasil yang memuaskan dan sesuai.

Karena memelihara burung apapun, termasuk Pleci jika dipelihara dari lolohan biasanya akan lebih mudah dibentuk isi laguannya dan juga burung cenderung lebih jinak dan familiar dengan lingkungan manusia.

Saran pemberian pakan pada pleci lolohan

Berikan full pakan ekstra fooding pada usia 1 hingga 3 bulan, dan setelah itu pakan ef mulai dikurangi porsinya, karena Pleci pada usia 3 bulan ke atas mudah sekali OB jika terlalu banyak EF hewani.

Spesial thanks untuk : Om. Waskito dari Josterops Jogja, untuk pinjaman dokumen fotonya.


Cucak hijau rumahan, di bawah ini tips perawatannya supaya gacor


Sedih dan kurang semangat ketika melihat burung Cucak hijau rumahan milik kita yang harganya tentu tidak murah dalam kondisi jarang bunyi dan lebih sering terlihat mengembangkan bulu-bulunya di dalam sangkar.
Jangan dulu galau jika Sobat mengalami hal tersebut, baca artikel di bawah ini tentang tips perawatan burung cucak hijau rumahan supaya sehat dan gacor.

Cucak hijau rumahan
Jika mengalami problem tersebut, Anda cukup melakukan perawatan harian burung semaksimal dan sebaik mungkin. Jika perawatan harian Cucak hijau dilakukan dengan maksimal biasanya burung akan merasa senang dan nyaman, maka burung akan rajin bunyi dan gacor.

Seperti kita ketahui bahwa burung Cucak hijau tergolong burung peniru yang cepat, CI akan cepat menirukan burung-burung masterannya jika burung masterannya juga bisa bersuara lantang untuk memancing CI juga bersuara lantang. 

Jadi selain faktor pemasteran, faktor perawatan  pun juga ikut menentukan performa burung mampu bersuara maksimal atau tidak. Biasanya jika kedua faktor tersebut kurang seimbang akan berakibat pada burung cenderung hanya bersuara lirih dan terkesan ngeriwik saja sehari-harinya.

Tips perawatan harian burung Cucak hijau rumahan supaya bisa maksimal

Beberapa perawatan berikut ini bisa membantu burung cucak hijau rumahan agar tampil lebih maksimal:

  1. Pengembunan, pagi hari dengan udara yang sejuk segar menjadi suasana favorit burung-burung liar untuk keluar dari persembunyian dan saling bersautan berbunyi. Demikian juga burung rumahan, penting untuk dilakukan pengembunan untuk merangsang burung bersuara lantang.
  2. Pagi setelah pengembunan, berikan larva kroto berbentuk kapsul sebanyak 5  butir sebagai asupan gizi di pagi hari.
  3. Berikan pisan kepok putih yang tidak terlalu matang namun empuk, berikan dengan cara diberi olesan madu di permukaannya.
  4. Porsi jangkrik juga jangan lupa diberikan setiap harinya, sekitar 3 atau 4 ekor setiap hari tergantung kebiasaan Anda memberikannya.
  5. Tiga atau empat hari sekali, ganti buah pisang kepok dengan buah jeruk. Namun jika dengan buah jeruk burung kurang menyukai, pemberian jeruk bisa dilakukan dengan cara diperas kemudian dimasukkan ke dalam cepuk minum air perasan jeruknya.
  6. Mandi rutin dilakukan, pagi dan sore hari. Cara mandi bisa dilakukan terserah Anda tergantung kebiasaan burung selama ini. 

Mendekatkan burung lain yang bersuara lantang juga boleh dilakukan untuk memancing CI juga bersuara lantang, penempatan jika bisa jangan terlalu dekat namun burung masih bisa mendengar suara burung tersebut.

Pentingnya perubahan pola perawatan Pleci pada musim hujan


Memang musim hujan telah berlangsung semenjak bulan November tahun lalu, namun belakangan memasuki awal bulan Februari ini intensitas curah hujan cenderung lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Memasuki awal bulan Februari 2016, curah hujan tergolong tinggi. Hampir setiap hari dari pagi hari hingga sore atau malam selalu hujan dan matahari lebih sering bersembunyi dibalik mendung yang tebal.

Seperti kita ketahui, bahwa perawatan harian seekor burung pasti tidak akan lepas dari penjemuran. Demikian halnya dengan burung Pleci, penjemuran sangat menentukan terhadap performa dan kesehatan burung Pleci. Jika sedang memasuki musim-musim hujan seperti ini tentu kita harus merubah pola perawatan harian pada burung Pleci kesayangan kita.

Perubahan pola perawatan Pleci  pada musim hujan dirasa penting mengingat kita harus menyesuaikan kondisi cuaca dengan kondisi performa burung supaya tetap sehat dan tidak sampai sakit karena hujan dan cuaca yang selalu dingin. Lalu apa saja yang harus diperhatikan dalam perawatan Pleci pada musim hujan ?. Berikut ini lima faktor yang perlu Anda perhatikan untuk merawat Pleci pada musim hujan. 

Lima faktor dalam merawat Pleci pada musim hujan.

Penempatan sangkar.

Tempatkan sangkar Pleci di dalam rumah yang aman dan nyaman, pastikan sangkar digantung di tempat yang tidak bocor dan tidak terkena angin langsung. Bila perlu dan mencukupi, sangkar lebih baik full kerodong setiap sore hingga pagi harinya untuk menjaga kehangatan burung di dalam sangkarnya.

Pakan untuk Pleci.

Cek voer pakan kering di dalam cepuknya, pastika voer tidak rusak karena terkena tetesan air hujan. Biasanya jika kita ceroboh, voer akan mengumpal dan menjamur akibat terkena tetesan air hujan.

Berikan pakan EF berupa UH atau Ulat kandang dalam porsi yang lebih banyak dari hari-hari biasa, hal tersebut untuk lebih melengkapi kebutuhan nutrisi hewani untuk burung.

Mandi burung Pleci.

Untuk mandi burung Pleci, lebih baik jangan terlalu dipaksakan mandi jika curah hujan sedang tinggi-tingginya. Lebih baik Sobat sediakan saja air bersih dalam cepuk yang selalu terkontrol dan diganti.

Pleci jika sedang ingin mandi sendiri, biasanya ketika hujan dan melihat air dalam cepuknya bersih burung akan mandi dengan sendirinya.

Penjemuran.

Penjemuran merupakan problem utama disaat musim-musim penghujan seperti saat ini, cara penjemuran burung jika curah hujan sedang tinggi bisa Sobat lakukan jika matahari sedang terlihat bersinar.

Saat itulah bisa cepat-cepat Sobat lakukan penjemuran meskipun panas hanya berlangsung 1 atau 2 jam saja, segera jemur secukupnya dan masukkan kembali burung ke dalam rumah ketika mendung mulai terlihat muncul lagi.

Kebersihan sangkarnya.

Udara yang lembab dan basah sangat berpotensi mempercepat tumbuhnya jamur, kotoran yang berada di dasar sangkar jika dibiarkan berhari-hari dalam cuaca yang lembab dan basah seperti saat ini akan berpotensi menjadi jamur di dalam sangkar.

Jamur jika dibiarkan akan cukup berbahaya bagi kesehatan burung di dalam sangkar, jadi rutin setiap pagi membersihkan kotoran di dasar sangkar akan lebih baik untuk menjaga kesehatan dan kebersihan sangkar pada musim hujan.

Lima tips dan pola perawatan burung Pleci pada musim hujan tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber dan ditulis ulang di blog kicau193 ini, semoga artikel ini bermanfaat dan berguna bagi Sobat kicau mania dan Pleci mania di tanah air. Salam

Cara mudah merawat Pleci bakalan cepat bunyi

Rahasia perawatan burung Pleci bakalan yang dibeli dari sangkar ombyokan agar bisa cepat bunyi ngeriwik ini, kicau193 dapatkan dari berbagai sumber terpercaya dan sudah sering dicoba oleh pencari bakat burung Pleci, dan hasilnya cukup memuaskan.


Rata-rata jika burung Pleci pilihan dari ombyokan benar berjenis kelamin jantan, dengan perawatan ini maka dalam 2 minggu saja burung sudah bisa bunyi ngeriwik. Memang untuk membedakan dan memilih burung Pleci jantan dalam sangkar ombyokan bukan perihal mudah, karena perbedaan burung Pleci jantan dan betina hampir tidak ada bedanya jika dilihat secara fisiknya.
Untuk cara membedakan dan memilih burung Pleci jantan dan betina, Sobat bisa membacanya di artikel perbedaan pleci jantan dan betina. Baik, oke mari kita kembali pada cara merawat Pleci bakalan supaya cepat bunyi. Berikut ini cara perawatannya :

  1. Tempatkan burung dalam koloni barunya dengan cara memisahkan terlebih dahulu burung Pleci jantan yang terlihat dominan dalam koloni tersebut, tujuannya supaya burung Pleci yang baru dibeli tersebut merasa tidak ada yang mengintimidasinya dalam koloni barunya tersebut.
  2. Perawatan harian tetap disamakan dengan perawatan burung-burung Pleci lainnya, baik pengembunan, penjemuran maupun pakan dan lain-lainnya.
  3. Seperti burung Pleci lainnya, berikan juga pakan buah seperti pisang atau pepaya. Sedangkan voer tetap sediakan juga agar burung terbiasa juga dengan pakan kering tersebut.
  4. Selain buah dan voer, 1 pakan yang harus kita berikan supaya burung bakalan cepat bunyi yaitu ulat hongkong yang putih. Berikan UH putih sebanyak 10 ekor pagi hari dan 10 ekor sore harinya selama 2 mingguan.

Dengan pemberian porsi ulat hongkong tersebut, biasanya dalam waktu kurang dari 2 minggu burung sudah mulai bunyi ngeriwik jika burung dipisahkan dari koloninya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Tips sederhana merawat Sirtu yang sudah gacor

Tips dan cara perawatan burung Sirtu Cipo atau Sirdung ini merupakan cara perawatan harian untuk Sirtu yang sudah gacor bunyi dan juga merupakan perawatan yang mudah dan sederhana.
Tips ini tergolong sederhana dan mudah karena merupakan perawatan yang sengaja meminimalkan pemberian pakan EF Kroto.

sirtu cipo, cepeuw, gambar sirtu, gambar burung
Sirtu Cipo
Seperti kita ketahui bahwa Sirtu dianggap akan rajin bunyi jika pemberian Ekstra Fooding berupa kroto harus rutin diberikan sehari-hari, ada anggapan bahwa jika Kroto berkurang atau dihentikan akan menjadikan burung jadi macet bunyi atau jadi kurang gacornya. Meskipun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar adanya, pada kesempatan ini kicau193 mencoba memberikan saran mengenai perawatan burung Sirtu Cipo yang mudah dan sederhana dengan mengurangi pemberian kroto.

Tips perawatan ini merupakan tips dari pengalaman penulis sendiri, yang sudah penulis coba pada burung Sirtu di rumah. Berikut ini cara perawatan hariannya yang sederhana :

  1. Pagi hari rutin setiap pukul 05:30 atau pukul 06:00 jika tidak hujan, burung diembunkan di rindangnya pohon di depan atau belakang rumah. Hal tersebut sangat efektif untuk merangsang burung Sirtu mengeluarkan siulan-siulan khasnya...
  2. Sambil pengembunan, biasanya saya sembari memberikan ulat hongkong yang putih sebanyak 3 atau 4 ekor saja pada pagi itu.
  3. Selesai pengembunan, pukul 07:00 sangkar dan juga minuman burung saya ganti dan bersihkan semuanya. Sambil mengganti minuman burung, pakan voer juga saya cek kebersihannya.
  4. Setelah pakan, cepuk minuman dan sangkar saya bersihkan, selanjutnya saya biasa melakukan penjemuran hingga maksimal pukul 09:30 saja sesuai kondisi panas saat itu. Jika terlalu panas biasanya penjemuran hanya sampai pukul 08:30 saja.
  5. Selesai penjemuran, sangkar biasa saya gantung di teras belakang rumah yang sejuk dekat dengan dapur juga. Biasanya jika kita sedang mencuci piring, membuka kran air atau mengoreng sesuatu dengan suara yang bising sering kali burung Sirtu jadi terpancing untuk bunyi dengan mengeluarkan siulan-siulan merdunya.
  6. Sore hari, menjelang pulang kerja atau aktivitas sore saya biasa memberikan kembali Ulat hongkong putih sebanyak 2 – 3 ekor saja.
  7. Malam harinya burung saya biarkan istirahat total dan tidak pernah saya ganggu.

Pemberian EF Kroto untuk Sirtu.

Mengingat Kroto merupakan pakan yang tergolong gampang-gampang susah kita dapatkan, akhirnya menurut saran teman-teman pemain burung Sirtu/Sirdung saya dianjurkan untuk mengkurangi pemberian pakan EF Kroto pada Sirtu Cipo. Menurut mereka, terlalu sering memberikan Kroto pada Burung Sirtu akan menjadikan burung menjadi tergantung dan terbiasa dengan pakan Kroto tersebut.

Akhirnya saya hanya memberikan Kroto seminggu 1 atau 2x saja dalam satu minggunya, hal tersebut ternyata tidak menjadikan burung menjadi kurang gacor dan performa burung masih tetap rajin bunyi dan tidak mengecewakan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk penyuka burung Sirtu Cipo atau Sirdung.

Membedakan jenis kelamin burung robin dan cara perawatannya


Setelah sebelumnya kicau193 mencoba menggugah kembali ingatan kita tentang burung mungil berwarna cantik yang pernah populer pada Thn 90an yaitu burung Robin, pada kesempatan ini kicau193 mencoba menulis mengenai cara membedakan jenis kelamin burung jantan dan betina pada burung robin. 


Selain tips membedakan jenis kelamin pada burung Robin, pada artikel ini juga dibahas mengenai cara perawatan burung Robin.
Burung Robin jantan
Jadi jangan tutup dulu artikelnya, silahkan disimak  dan semoga bermanfaat.

Ciri burung Robin yang jantan dan betina.


  1. Paruh, pada burung Robin jantan paruhnya berwarna merah bercampur orange sedangkan yang betina berwarna kuning pudar.
  2. Bulu, pada burung Robin jantan warna bulunya lebih cerah dengan ada garis-garis merah pada sayapnya. Sedangkan betina warna bulunya lebih pucat dan tidak terdapat garis merah pada sayapnya.
  3. Selain kedua ciri fisik tersebut, cara lain yang dianggap lebih akurat yaitu pada suaranya. Pada burung jantan bisa bersuara ngeroll dan variatif dibandingkan dengan burung betina yang hanya bersuara ting..ting...ting saja.

Perawatan harian burung Robin.


  1. Pagi hari, burung bisa dijemur sekitar 1 s/d 2 jam sembari disemprot untuk dimandikan.
  2. Selesai penjemuran, burung digantang di tempat yang sejuk dan teduh. Untuk memancing Robin lebih rajin bunyi, sediakan juga burung jenis lain yang rajin bunyi namun jangan terlalu keras.
  3. Selain mandi dan jemur, yang tidak boleh juga dilupakan yaitu pakan EF berupa Kroto atau Ulat Hongkong juga wajib kita berikan sebagai pakan hewani dengan komposisi sbb : Pagi jangkrik kecil 1 dengan UH 3 ekor, sore hari UH saja 2 ekor. Sedangkan Kroto jangan berikan harian, cukup 2 atau 3x saja dalam satu minggu.
  4. Pada sore harinya juga, lakukan penjemuran matahari sore sekitar 1 s/d 2 jam lamanya, penjemuran sore bisa dibarengi dengan penyemprotan juga.
  5. Menjelang malam hari, burung lebih baik dikerodong untuk menghindari burung kedinginan dan jadi sakit.
Referensi artikel dan gambar : Tread kaskuser dari forum kaskus.


Top