Tips

Berita

Hewan

Kesehatan

Hobby

Makanan Burung

Enam langkah membawa pleci ombyokan menjadi siap lomba

Menjadikan burung Pleci dari hasil membeli di ombyokan menjadi siap untuk dibawa lomba bukan sesuatu yang mustahil dan sulit, asalkan cara memilih bakalan bakalan di ombyokan benar dan harus benar-benar seekor burung jantan.

Burung pleci betina tidak bisa dijadikan burung lomba karena kicau dan bunyinya tidak banyak variasinya dibandingkan dengan pleci jantan. Jadi sewaktu pemilihan bakalan di ombyokan kita harus benar dan tidak salah pilih membeli Pleci jantan.

Pleci di alam bebas
Setelah mendapatkan burung Pleci di ombyokan yang jantan dan sesuai dengan yang kita harapkan, saatnya kita membawanya pulang dan merawatnya untuk dipersiapkan dibawa ke perlombaan burung Pleci, berikut ini enam langkah menyiapkan pleci ombyokan untuk lomba.
  1. Berikan makanan dan minuman yang bervitamin dan bergizi minimal sesuai dengan makanan Pleci ketika di alam bebas, Pleci bakalan tangkapan hutan masih rentan stress dengan lingkungan barunya sehingga perlu kita berikan pakan dengan vitamin yang baik untuk kesehatan Pleci.
  2. Mandikan rutin, pagi dan sore hari. Jika perlu intensitas mandi dijadikan tiga kali sehari yaitu pagi, sore dan malam hari dengan mandi malam.
  3. Satu bulan pertama, selain pakan voer yang kita berikan, pakan buah-buahan segar dan matang juga harus selalu ada dan selalu diganti setiap hari. Selain buah dan voer, sediakan juga madu yang bagus untuk melancarkan metabolisme pencernaan burung Pleci serta menjaga stamina burung.
  4. Setelah burung sudah mulai jinak, waktunya sahabat kicau193 mulai mempersiapkan pengaturan birahi burung untuk melatih persiapan menuju lomba. Selain itu, mulailah melatih burung untuk mandi sendiri dengan menyediakan dua buah cepuk air, satu ukuran kecil untuk minum dan satunya besar untuk mandi.
  5. Penjemuran harus tetap dan lebih rutin terjadwal, lakukan penjemuran selama satu jam pada pagi hari dan sore hari dengan cara berjejer satu dengan lainnya seperti berkoloni.
  6. Nah setelah selama tiga bulan melakukan lima langkah di atas, Sobat kicau193 waktunya mempersiapkan mental burung Pleci binaan Sobat. Melatih mental Pleci bisa dengan cara rutin membawanya ke latber-latber rutin seminggu sekali meskipun sementara sebagai penggembira atau sebagai penonton di pinggir gantangan juga tidak apa-apa supaya burung terbiasa dengan keramaian dan gantangan lomba.
Teman-teman Pleci mania biasa memberikan minuman kesehatan untuk burung pleci kesayangannya dengan diberi Vitamin burung sebagai penambah stamina dan kesehatan burung. Sedangkan untuk mengatur birahi burung Pleci, biasanya dengan cara mengatur pola pemberian pakan Ekstra Fooding berupa kroto atau ulat hongkong.

Untuk menurunkan birahi burung setelah lomba, atau ketika burung terlalu tinggi birahinya bisa dengan memberikan pakan mentimun atau ada juga yang memberinya minuman susu.

Melatih mental Pleci dari ombyokan untuk lomba memang melelahkan dan butuh ketelatenan serta kesabaran, jika ingin cepat dan tidak repot Sobat kicau193 bisa membeli Pleci jadi atau setengah jadi dan hanya cukup seting dan persiapan lomba saja namun harga lebih mahal. Silahkan dipilih, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Cara membedakan jantan betina Gelatik Batu

Gelatik batu merupakan burung kecil yang cukup favorit diperlihara oleh kicau mania, baik untuk sekedar kesenangan atau dijadikan burung masteran. Selain harganya yang terjangkau, memelihara burung gelatik batu juga jarang yang kecewa,  dikarena burung tidak mau berkicau.

Rata-rata bakalan Gelatik Batu yang dewasa tangkapan hutan juga ketika dimasukkan sangkar rumah tetap berkicau, meskipun memang Gelatik Batu tetap saja bersikap giras dan loncat-loncat kesana kemari dan sering ngeruji.
Gelatik wingko
Belakangan burung Gelatik Batu liar sudah semakin sulit kita temui di lingkungan rumah kita, burung ini semakin sering ditangkap untuk diambil nilai ekonomisnya “dijual belikan”. Jadi ketika kita mengemari Gelatik Batu di rumah, alangkah baiknya kita juga perlu juga berfikir untuk breeding Gelatik Wingko, sehingga kelestarian burung tersebut bisa terjaga dan tidak sampai punah.

Membedakan jenis kelamin gelatik wingko.

Sebelum breeding kita tentu harus bisa membedakan jenis kelamin burung Gelatik Batu, sehingga burung yang kita satukan juga benar-benar berjenis kelamin jantan dan betina. Untuk membedakan Gelatik Batu yang jantan dan betina rasanya cukup mudah, hanya membedakan ciri fisik yang jelas kita amati. Berikut ini cirinya :
  1. Garis hitam pada bagian tenggorokan sampai kloaka jika Jantan akan tegas dan hitam pekat menyambung dari atas ke bawah.
    Gelatik batu jantan

  2. Sedangkan betina Gelatik Batu, garis hitam dari tenggorokan tersebut akan putus-putus dan tidak melebar tegas seperti pada Gelatik Wingko jantan.
    Gelatik batu betina
  3. Sedangkan penampilan gelatik wingko jantan betina ketika masih muda akan terlihat seperti Gelatik Batu betina dewasa.
Gelatik wingko akan siap dalam perjodohan atau breeding biasanya pada usia 1,5 s/d 2 Tahun sudah siap untuk dipasangkan untuk bertelur.

Membuat pakan racikan untuk gelatik watu

Burung gelatik wingko atau lebih popular gelatik batu di kalangan penghobi burung kicau memang bisa dikatakan jenis burung yang gampang-gampang susah untuk dipelihara. Gampangnya ketika kita mendapati bakalan di ombyokan sudah mau bunyi maka sampai rumahpun akan terus rajin berbunyi, repotnya merawat Gelatik wingko yaitu burung cenderung giras dan agresif, sehingga terkesan sukar jinak.
Daya tarik memelihara gelatik batu yaitu suara kicauannya yang unik dan khas, bisa nyerecet dan bisa juga bunyi seperti wuciciciit…wucicicitt. Suara-suara tersebut sering dijadikan andalan kicau mania untuk memaster burung lainnya seperti Pleci dan burung kicau lainnya.
Gelatik batu
Gelatik batu
Untuk cara perawatan gelatik wingko juga relatif mudah, asalkan pakan EF jangan terlambat maka burung akan terus rajin bunyi, namun kita sering kali terkendala dengan penyediaan pakan EF berupa kroto atau Ulat kandang. 

Kicau193 mencoba memberi alternatif pembuatan pakan racikan untuk Gelatik Wingko, pakan ini bisa menggantikan kebutuhan gizi dari pakan alami sehingga membuat burung tetap dalam kondisi fit dan rajin berkicau.

Bahan membuat pakan racikan gelatik wingko.

  1. Voer burung kecil, bertekstur halus.
  2. Kacang tanah.
  3. Bubur bayi 1 Sachet.
  4. Tepung jangkrik ½ sendok makan.

Cara meracik pakan racikan untuk Gelatik Wingko.

  1. Tumbuk kacang tanah hingga menjadi halus seperti bubuk.
  2. Setelah ditumbuk hingga halus, campurkan semua bahan menjadi 1 dan diaduk hingga merata tercampur.
  3. Jika bahan-bahan sudah tercampur merata, maka pakan racikan sudah bisa kita berikan pada burung.
  4. Berikan sedikit demi sedikit setiap hari, simpan sisa pakan racikan di tempat yang kering dan tidak lembab agar dapat digunakan sampai habis.
Salam kicau, semoga berguna.

Perawatan burung cendet selesai mabung

Burung pentet atau cendet merupakan burung yang cukup cerdas dan bisa menirukan berbagai suara burung lainnya. Meskipun memiliki suara ciri khas cendet yang kurang enak didengar, namun cendet jika dimaster dengan suara-suara burung lain akan sangat menyenangkan untuk dipelihara di rumah.
 
Biasanya pentet atau cendet bisa dimaster dengan suara burung Lovebird, Cucak jenggot, Ciblek atau Jalak dan lain sebagainya. Selain merawat cendet dengan memaster menggunakan aneka suara masteran burung seperti saya sebutkan tadi, proses perawatan harian juga perlu Anda perhatikan supaya Cendet tetap berada dalam kondisi fit dan top perform sehingga tidak mudah drop ketika berada dalam perlombaan burung.
Cendet
Pakan pokok dan kesukaan burung cendet yaitu bisa berupa Voer kasar/besar, merk apa saja bebas asalkan kandungan protein dan gizi memenuhi. Sedangkan pakan tambahan sebagai ekstra fooding Anda bisa memberikan Jangkrik, Kroto ataupun Ulat Hongkong sebagai tambahan asupan protein hewani.

Cendet merupakan jenis burung yang galak, beberapa kawan Cendet mania biasa memberikan pakan berupa burung kecil seperti Emprit atau Pipit. Selain mau menyantap burung kecil-kecil, cendet juga bisa mematuk tangan kita ketika tangan kita mendekati atau akan memegang burung. Biasanya penyuka Cendet lebih menyukai memelihara burung Pentet dari piyikan karena mudah jinak dan tidak terlalu galak, selain itu memelihara Pentet dari anakan juga lebih mudah memaster burung dengan suara masteran lainnya.

Rawatan harian burung Cendet

  1. Keluarkan burung pagi hari sekitar pukul 06:30, biarkan burung sampai pukul 07:00 ketika udara mulai menghangat burung bisa dimandikan dengan cara disemprot dengan sprayer.
  2. Selesai penyemprotan, burung bisa diberikan pakan jangkrik sekitar 10 ekor dan kroto kira-kira 1 sendok makan. Lanjut dengan penjemuran hingga pukul 12:00 siang saja, selesai penjemuran burung bisa dianginkan di teras rumah kurang lebih 20 – 30 menit baru kemudian dikerodong kembali.
  3. Sore hari sekitar pukul 15:00, kerodong bisa dibuka kembali dan lakukan penjemuran kembali dilanjut dengan memandikan burung, selesai mandi burung bisa diberi pakan EF kembali berupa jangkrik 5 ekor dan kroto sebanyak 1 Sdm, lanjut dengan penjemuran hingga pukul 16:00.
  4. Selesai penjemuran sore, maka burung bisa kembali kita kerodong dan digantang di tempat yang tenang supaya burung beristirahat total.
  5. Metode perawatan burung Pentet di atas bisa Anda terapkan dari hari Senin s/d Kamis, sedangkan hari Jum’at dan Sabtu porsinya ditambah menjadi 15 ekor pagi sedangkan 7 ekor sore harinya, ditambah pemberian UH pada pagi dan sore hari sebanyak 3 ekor.
  6. Kemudian pada hari minggunya menjelang lomba, pakan Kroto dan Jangkrik porsinya tetap tetapi porsi UH menjadi 5 ekor.

Bagaimana perawatan Cendet setelah mabung ?

Jika burung dalam kondisi selesai mabung, usahakan Cendet jangan dihadapkan atau ditemukan dengan burung sejenisnya. Cendet dalam kondisi mabung atau setelah mabung masih dalam keadaan lemah dan mentalnya sedikit menurun, sehingga menjejerkan Cendet dengan Cendet lain berpotensi menurunkan mental burung tersebut.

Porsi makanan ekstra fooding diberikan tetap sesuai perawatan sehari-harinya, sedangkan perawatan dan asupan gizi perlu ditambah dan diintensifkan.

Untuk menjaga ingatan Cendet akan isian-isian lagu dari burung lain, maka kondisikan Pentet selalu tergantang dekat dengan burung-burung masteran lainnya supaya memori Cendet setelah mabung tidak hilang.

Cara memaster burung pleci

Memaster burung Pleci merupakan cara melatih burung untuk bisa menirukan berbagai macam suara burung lain, sehingga burung memiliki variasi kicauan yang lebih beragam.
Memaster bisa dilakukan dengan suara-suara burung yang sejenis atau bisa juga dengan suara burung lain yang memiliki suara yang hampir mendekati burung tersebut, sehingga proses pemasteran bisa efektif dan tidak sia-sia saja.

Cara dan metode yang tepat memaster burung pleci.

Berbagai metode dan cara banyak dilakukan oleh jawara-jawara pembesut jagoan Pleci ketika memaster burung gacoan kesayangannya. Ada beberapa mitos yang sering diterapkan dalam memaster burung pleci, ada yang mengatakan ketika ingin memaster Pleci maka burung masteran harus terlebih dahulu dilihat oleh burung yang akan diisi/dimaster. Sehingga burung akan lebih terpancing untuk meniru burung yang dijadikan masteran.
Burung Pleci dada putih
Mitos lain yang ada selain di atas yaitu, jika ingin efektif memaster Pleci maka burung harus dalam kondisi mabung. Dalam kondisi mabung dipercaya Pleci akan lebih banyak diam dan mendengarkan lingkungan sekitarnya, sehingga ketika mabung burung akan lebih mudah dan cepat menerima suara masteran.

Mari kita kesampingkan mitos-mitos di atas, proses pemasteran menurut senior-senior Pleci mania akan berjalan efektif dan sukses jika kita bisa memperhatikan beberapa hal di bawah ini :

Melihat waktu yang paling tepat untuk memaster Pleci.

Mengkondisikan Pleci ketika memaster memang dirasa cukup tepat, sehingga hasil pemasteran bisa efektif. Dalam proses pemasteran, timing atau waktu pemasteran memang harus diperhatikan, dimana kita harus melihat celah kapan ketika burung Pleci dalam kondisi lebih banyak tenang dan dalam kondisi istirahat. Dalam kondisi istirahat burung akan lebih rilek, sehingga mudah menerima suara-suara masteran untuk direkam dan ditirukan.

Selain itu, dalam proses pemasteran sangkar Pleci juga perlu untuk kita kerodong karena akan mengkondisikan Pleci lebih tenang dan tidak melihat kondisi di sekitarnya, sehingga burung akan lebih banyak diam di atas tengkrengannya.

Memperhatikan suara burung masteran yang sesuai dengan karakter burung Pleci.

Selain mengkondisikan burung Pleci dalam keadaan rilek dan tenang, pemberian suara masteran juga ikut mendukung hasil pemasteran. Suara masteran yang akan kita berikan hendaknya dibuat kecil saja, jangan terlalu keras jika menggunakan audio elektronik. Jika menggunakan masteran alami berupa burung lain yang gacor, maka kondisikan jaraknya jangan terlalu dekat. Beberapa kasus jika suara masteran terlalu berlebihan justru akan membuat burung menjadi stress.

Selain membuat suara masteran sebaik mungkin hingga terkesan alami ketika memaster, suara masteran untuk burung Pleci juga tidak asal kita berikan. Hanya beberapa suara burung lain saja yang bisa diterima oleh Pleci karena memiliki karakter speed suara dan intonasi yang hampir sama dengan suara burung Pleci. Contoh suara burung lain yang mudah dan bisa diterima oleh Pleci yaitu seperti : Burung Kolibri, Burung Kenari, Burung Mozambik, Gelatik Watu, Burung gereja, Burung Ciblek, Burung Prenjak, Burung Pelatuk dan lain sebagainya.

Dari beberapa suara burung di atas, beberapa teman yang sudah mencobanya paling sukses yaitu Pleci bisa mudah menerima suara Burung kenari dan Mozambik, selain itu Suara burung kacer, burung Pleci juga bisa menirukan.

Selain hal-hal di atas, ada beberapa faktor lain yang juga ikut menentukan keberhasilan pemasteran sehingga bisa optimal yaitu sebagai berikut :

Usia burung Pleci.

Akan lebih baik dan optimal jika burung Pleci yang dimaster masih dalam usia muda sekitar 25 hari atau sebulanan.

Lingkungan pemasteran.

Kondisikan lingkungan tempat pemasteran sebaik dan setenang mungkin hingga tidak ada burung lain yang bisa mengganggu pemasteran.

Pemilihan masteran yang tepat.

Sesuaikan lagu yang dijadikan masteran dengan karakter suara Pleci, sehingga jika memiliki karakter sama maka Pleci mudah menerima lagu masteran tersebut.

Berikan pakan yang baik.

Berikan pakan yang baik, sehingga kebutuhan nutrisi gizi burung dapat terpenuhi sehingga kecerdasan burung akan meningkat hingga mudah menerima pembelajaran proses pemasteran.

Pilih waktu yang tepat dalam pemasteran.

Ada yang bilang pemasteran mirip dengan doktrinisasi, member pengertian jika proses pemasteran semakin sering maka suara yang didengar juga akan semakin mudah untuk ditirukan burung.

Perulangan.

Jika proses pemasteran sudah berhasil dan Pleci sudah bisa menirukan suara masteran, maka pengulangan harus masih tetap dilakukan supaya daya ingat burung tetap terjaga.

Rajin terapi air.

Rasanya sudah menjadi rahasia umum, jika mendekatkan suara air dengan burung Pleci akan menjadikan burung sangat suka dan cenderung ikut berkicau mengikuti kemricik air. Dengan mendekatkan Pleci dekat suara kemricik air bisa membantu burung cepat buka paruh dan cepat ngeroll.

Benarkah booming akik berimbas pada penjualan burung

Demam dan fenomena batu akik sepertinya memang sedang mewabah dan benar-benar dalam kondisi di atas, dengan semakin seringnya liputan-liputan khusus tentang batu akik di stasiun televisi menjadikan penggeram akik semakin banyak dan ramai.
Di kota saya sendiri di Cilacap, setiap lapak batu akik  atau lapak bahan akik selalu ramai dan menjadi pusat perhatian pencari akik.
Lapak batu akik
Karena semakin banyak penyuka akik, fenomena booming akik mampu mengalihkan perhatian penyuka burung kicau, yang tentunya berimbas pada tingkat penjualan burung dan perlengkapannya di kios-kios penjual burung di beberapa daerah. Bahkan di pasar tradisional pun, lapak penjual burung harus rela berdesakan dengan lapak-lapak akik yang baru beberapa bulan mulai ikut meramaikan pasar.
Penjual burung dalam ilustrasi
Beberapa penjual burung di kota Cilacap juga mengeluhkan menurunnya omset penjualan burung bakalan dan pakan karena adanya demam batu akik ini. Selain itu, penjual burung freelance juga beberapa kali Nampak mengeluh karena saat ini cukup sulit juga menjual lagi burung peliharaannya. Kalaupun ada yang berminat menawar itupun menawar dengan harga yang rendah dan jauh dari pasaran sebenarnya.

Untuk mensiasati penjualan burung yang sedang menurun akibat fenomena dema batu akik, penjual burung biasanya akan sedikit menurunkan harga-harga burung dari harga sebelumnya ketika sedang ramai-ramainya.

Namun mayoritas penjual burung merasa cukup optimis dan yakin jika penurunan harga burung dan menurunnya minat penyuka burung akibat fenomena batu akik hanya berlangsung sementara dan hanya sebentar. Selain itu, jika lomba-lomba burung dengan hadiah besar dan skala besar juga rutin diadakan maka penjualan dan pasaran burung kicau akan kembali mengeliat dan ramai.


Burung lokal yang semakin menghilang


Kemana hilangnya burung-burung lokal ?, mungkin pertanyaan tersebut pantas kita lontarkan terkait semakin berkurang dan hilangnya burung-burung kicau lokal di sekitar kita. Ya betul, burung-burung kicauan lokal yang dahulu mudah kita dapati di pohon pekarangan rumah seperti burung Ciblek, Prenjak Tamu, Prenjak Lumut, Trucukan dan Kutilang kini sudah nyaris tidak ada lagi.
Saat ini kita hanya bisa mendapati burung lokal seperti burung pipit saja, itupun juga sudah mulai berkurang karena burung pipit juga banyak diburu juga untuk kepentingan ekonomis dijadikan dagangan burung warna untuk mainan anak-anak.
Burung Kutilang
Tidak bisa kita pungkiri jika semakin habisnya burung liar kicauan lokal banyak disebabkan oleh ulah manusia sendiri dalam mengeksploitasi burung kicau lokal baik untuk kebutuhan hobi maupun ekonomi. Beberapa dekade  belakangan memang penghobi burung kicau lokal semakin ramai peminatnya, karena peminat burung lokal semakin banyak menjadikan perburuan burung lokal semakin masif dan membabi buta sehingga tidak lagi memperhatikan aspek keseimbangan lingkungan dan regenerasi. Sampai-sampai burung-burung lokal masih dalam kondisi piyikan bersama sangkar juga tidak lepas dari perburuan untuk kepentingan ekonomis.


Memburu burung piyikan dalam sangkar liar dianggap burung lebih mudah untuk dijinakkan dan dimaster, sehingga perburuan burung dewasa maupun piyikan menjadi semakin menjadi-jadi. Rata-rata burung-burung kicau lokal dimanfaatkan sebagai burung isian maupun masteran atau ada juga yang hanya sekedar untuk kesenangan saja di rumah, namun karena permintaan burung lokal terus meningkat menjadikan pemburu burung juga semakin masif dan terus menyisir sampai pelosok hutan pun burung-burung lokal terus dikejar dan diburu hingga kita sudah tidak bisa menjumpai kicau burung-burung liar di sekitar rumah kita seperti dahulu lagi.


Jadi, marilah demi kelestarian dan kelangsungan burung kicau lokal di alam bebas akan lebih baik jika kita lebih bijak dalam memelihara burung kicau lokal di rumah.  Kita bisa membatasi pemeliharaan burung di rumah, dan jika perlu kita bisa membeli burung-burung lokal tangkapan baru dari pedagang burung untuk kemudian kita bisa melepasnya di alam bebas. Selain itu, kita juga bisa mempelajari breeding burung-burung lokal untuk tujuan penangkaran di rumah. Semoga artikel ini bisa berguna dan bermanfaat.

Top