Tips

Berita

Hewan

Kesehatan

Hobby

Makanan Burung

Kekeb babi, digemari karena bisa dilatih


Jenis burung apakah, burung kekeb babi ?. Sekilas memang terasa asing mendengar nama burung ini. Kekeb babi yang memiliki nama latin Artamus Leucorynchus merupakan spesies burung dari Family Artamidae dan berasal dari genus Artamus.
Burung ini merupakan jenis burung pemakan serangga kecil seperti kumbang ataupun lebah-lebah kecil di alam bebas. 

Kekeb babi dewasa, di alam liar | Foto : wikipedia
Kekeb babi di alam liar menyukai habitat hidup pada daerah hutan sekunder seperti tegalan, pesisir, persawahan dan kebun-kebun. Selain hutan-hutan sekunder, Kekeb babi juga menyukai bangunan-bangunan tua yang tinggi sebagai sarang dan tempatnya hinggap bersama burung pasangannya. 

Diperlihara untuk dilatih

Berbeda halnya dengan burung jenis kicauan, Kekeb babi bukanlah merupakan jenis burung yang dipelihara untuk dinikmati kicauannya. Penggemar kekeb babi memelihara burung ini untuk dijadikan burung terlatih seperti Falconer atau burung Hantu, dengan cara dijinakkan Kekeb babi bisa diajak bermain-main dan melakukan berbagai atraksi dengan pemiliknya.

Cilacap free flight

CFF yang merupakan kepanjangan dari Cilacap Free Flight, berupa wadah organisasi kecil penggemar burung Kekeb babi di Kota Cilacap. Pagi tadi rupanya saya cukup beruntung, menjumpai beberapa remaja sedang bermain-main dengan burung Kekeb babi. 
Cilacap Free Flight
Burung dibiarkan bebas terbang berputar-putar, kemudian ketika peluit ditiup dan sang pemilik melambangkan tangan yang terbungkus sarung tangan berwarna. Maka burung Kekeb babi yang sudah terlatih tersebut segera hinggap di tangan pemiliknya mengikuti intruksi suara peluit yang ditiupkan pemiliknya.

Perlu penjinakkan untuk bisa dilatih

Bagaimana caranya memiliki Kekeb babi yang jinak dan bisa diajak bermain-main ?. Menurut salah satu pemilik burung Kekeb babi dari klub CFF, untuk bisa memiliki Kekeb babi yang atraktif dan jinak, kita harus merawatnya sedari piyikan/bayi. 
Kekeb babi di atas kandang
Biasanya burung sengaja dibeli ketika masih piyik berusia 1 mingguan, jadi memang perlu perawatan ekstra dari lolohan hingga melatih burung untuk loncat, terbang pendek dan terakhir adalah terbang bebas seperti yang saya jumpai pagi tadi.

Jadi burung-burung yang saya lihat terbang dan hinggap jinak tersebut menurut salah satu anggota CFF bukan merupakan burung liar yang sudah dewasa kemudian dijinakkan dan dilatih. Karena burung Kekeb babi dewasa dari alam bebas sudah hampir tidak mungkin untuk bisa jinak apalagi dilatih terbang dan hinggap di tangan.
Diberi warna supaya tidak tertukar saat Gathering denga npenggemar lainnya
Untuk memiliki burung kekeb babi yang jinak, terlatih dan atraktif, kita tetap harus merawatnya dari piyik lolohan. Sedangkan fase tersulit memelihara piyik Kekeb babi menurut mereka adalah saat meloloh piyikan-piyikan tersebut. 

Menurut Om Gareng, jika kita tergolong orang sibuk dan tidak bisa siap setiap saat meloloh piyik Kekeb babi sebaiknya jangan memelihara Kekeb babi dari piyikan, karena memelihara kekeb babi dari piyik membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk membesarkannya. 

Semoga bermanfaat

Jenis burung Poksay yang pernah terkenal di Indonesia


Dahulu sebelum burung-burung kicauan lokal ngetop seperti sekarang, burung-burung import seperti burung Poksay, Hwamei atau burung robin cukup merajai dunia kicau mania di tanah air.

Burung seperti Poksay atau Hwamei harganya bisa sangat mahal, karena menjadi sebuah prestis tersendiri jika di rumah bisa memelihara burung Poksay. Namun seiring perkembangan dunia kicau mania di tanah air, saat ini justru burung lokal yang banyak merajai arena lomba dan rumahan untuk dijadikan burung kicauan rumah.

Oke mari kita berbicara kembali pada burung Poksay dan burung-burung sejenis yang masih satu kerabat dengan Poksay. Berikut ini sembilan jenis burung Poksay yang pernah populer dan terkenal di kalangan penyuka burung Tanah air.

Poksay Hongkong, memiliki nama latin Garrulax Chinensis pernah mengalami masa kejayaannya pada tahun 90-an. Dengan suara yang mengema dan merdu menjadikan burung Poksay ini pernah digandrungi oleh Kicau mania di tanah air.

Saat ini, Poksay hongkong sangat sulit ditemukan dan mungkin kalaupun ada hanya di kios atau pasar burung yang besar saja.

Poksay Jambul, memiliki nama latin Garrulax Leucolopus merupakan jenis burung impor yang berasal dari dataran Himalaya sampai dengan Indochina.

Sama dengan kerabatnya Poksay Hongkong, burung ini juga pernah jaya pada Thn 90an. Saat itu hanya orang-orang berduit banyak yang bisa memiliki burung dengan suara kicauan yang keras dan berisik ini.

Poksay Sumatera, burung dengan nama latin Garrulax bicolor ini merupakan jenis Poksay asli Indonesia dan burung endemik Pulau Sumatera. Burung Poksay Sumatera tergolong sangat langka dan mungkin diambang kepunahan akibat perburuan yang semakin tidak terkendali.

Seperti kerabatnya yang lain, burung ini juga memiliki suara kicauan yang keras dan cenderung berisik.

Poksay Kuda, merupakan jenis Poksay yang juga asli Indonesia dengan endemik asli berasal dari Pulau Jawa. Burung dengan nama latin Garrulax Rufifrons ini juga bisa dikatakan diambang kepunahan, sehingga pada tahun 2013 masuk dalam status terancam punah juga. 
Meski berbagai upaya pencegahan dari kepunahan sudah dilakukan, namun tetap saja status terancam punah tidak bisa dihindari.

Poksay mantel atau bernama latin Garrulax Palliatus, jenis Poksay ini merupakan burung endemik dari Pulau Kalimantan dan Sumatera. Poksay mantel di beberapa daerah sering disebut dengan Poksay Medan,
sedangkan suara dari Poksay mantel juga keras dan berisik seperti kerabatnya dari jenis burung Poksay lainnya.

Poksay Samho, atau orang lebih familiar menyebutnya dengan burung Samho. Burung dari kerabat Poksay ini juga pernah terkenal pada masa 90-an.
Di Indonesia sendiri, burung Samho dikenal ada dua jenis yaitu Samho dari Taiwan dan Samho dari Tiongkok.

Poksay hitam atau Garrulax Lugubris nama latinnya, jenis Poksay ini juga berasal daratan Sumatera dan bisa dijumpai di hutan dan pegunungan di Sumatera.
Suara dan kicauan Poksay hitam juga sama dengan Poksay jambul.

Burung Whamei atau Wambi, burung jenis Poksay ini tergolong masih mudah kita temui saat ini. Burung Wambi sama juga dengan burung Poksay Samho, dibedakan menjadi dua jenis yang berasal dari asalnya yaitu Wambi Taiwan dan Wambi Tiongkok.

Untuk membedakan kedua jenis tersebut, bisa kita bedakan dari tebal dan tipisnya alis matanya.

Poksay Mandarin, jenis Poksay mandarin tergolong mudah kita jumpai di Tanah air. Poksay mandarin juga dibedakan menjadi dua jenis yaitu Poksay mandarin Sumatera dan Poksay mandarin dari Kalimantan.

Keduanya juga sama-sama memiliki suara kicauan yang hampir sama.

Demikian sedikit uraian tentang sembilan jenis burung Poksay yang pernah terkenal dan menjadi burung klangenan kicau mania di Tanah air. Beberapa di antaranya tergolong dalam kondisi hampir punah dan harus kita perhatikan sehingga tidak sampai terjadi kepunahan karena exploitasi yang berlebihan. Semoga bermanfaat

Sumber foto : youtube dan agrobur.com

Membedakan jenis kelamin burung robin dan cara perawatannya


Setelah sebelumnya kicau193 mencoba menggugah kembali ingatan kita tentang burung mungil berwarna cantik yang pernah populer pada Thn 90an yaitu burung Robin, pada kesempatan ini kicau193 mencoba menulis mengenai cara membedakan jenis kelamin burung jantan dan betina pada burung robin. 


Selain tips membedakan jenis kelamin pada burung Robin, pada artikel ini juga dibahas mengenai cara perawatan burung Robin.
Burung Robin jantan
Jadi jangan tutup dulu artikelnya, silahkan disimak  dan semoga bermanfaat.

Ciri burung Robin yang jantan dan betina.


  1. Paruh, pada burung Robin jantan paruhnya berwarna merah bercampur orange sedangkan yang betina berwarna kuning pudar.
  2. Bulu, pada burung Robin jantan warna bulunya lebih cerah dengan ada garis-garis merah pada sayapnya. Sedangkan betina warna bulunya lebih pucat dan tidak terdapat garis merah pada sayapnya.
  3. Selain kedua ciri fisik tersebut, cara lain yang dianggap lebih akurat yaitu pada suaranya. Pada burung jantan bisa bersuara ngeroll dan variatif dibandingkan dengan burung betina yang hanya bersuara ting..ting...ting saja.

Perawatan harian burung Robin.


  1. Pagi hari, burung bisa dijemur sekitar 1 s/d 2 jam sembari disemprot untuk dimandikan.
  2. Selesai penjemuran, burung digantang di tempat yang sejuk dan teduh. Untuk memancing Robin lebih rajin bunyi, sediakan juga burung jenis lain yang rajin bunyi namun jangan terlalu keras.
  3. Selain mandi dan jemur, yang tidak boleh juga dilupakan yaitu pakan EF berupa Kroto atau Ulat Hongkong juga wajib kita berikan sebagai pakan hewani dengan komposisi sbb : Pagi jangkrik kecil 1 dengan UH 3 ekor, sore hari UH saja 2 ekor. Sedangkan Kroto jangan berikan harian, cukup 2 atau 3x saja dalam satu minggu.
  4. Pada sore harinya juga, lakukan penjemuran matahari sore sekitar 1 s/d 2 jam lamanya, penjemuran sore bisa dibarengi dengan penyemprotan juga.
  5. Menjelang malam hari, burung lebih baik dikerodong untuk menghindari burung kedinginan dan jadi sakit.
Referensi artikel dan gambar : Tread kaskuser dari forum kaskus.

Mengenal dan mengenang burung Robin


Burung robin atau disebut juga the Red billed Leiothrix merupakan burung mungil dengan warna yang cantik dan yang pernah sangat populer pada tahun 1990an.
Selain memiliki warna yang menarik dan memikat penggemar burung kicauan, burung Robin yang memiliki nama lain juga Pekin Robin juga sangat memukau kicauannya.

Mengenang burung Robin.

Burung Robin
Saya teringat betul ketika itu Thn 90an, tetangga banyak juga yang memelihara burung Robin sebagai burung kicauan di rumah, pada waktu itu yang saya ingat burung Robin merupakan burung yang atraktif, lincah dan juga cenderung rajin berkicau atau bisa juga dikatakan cerewet berbunyi.

Pada thn 90an, burung Robin tergolong burung kelas menengah ke atas pada golongan burung-burung impor bersama burung Poksai dan burung Wambei. Saat itu burung-burung lokal seperti Ciblek, Prenjak, Pleci belum terlalu dikenal pencinta kicau mania. Pada Thn 90an, burung lokal yang sering dipelihara kicau mania baru seputar burung Cucak-cucakan karena dianggap mudah memeliharanya.

Burung Robin merupakan burung impor dari negeri Tiongkok saat itu, namun karena merebaknya virus flu burung di Tiongkok/China dahulu sehingga menjadikan pemerintah menstop impor unggas dari negeri tirai bambu tersebut sehingga burung Robin menjadi langka di pasaran hingga saat ini.
Karena langkanya burung Robin hingga saat ini menjadikan harga burung Robin di pasaran menjadi sangat mahal, burung Robin saat ini dapat kita bawa pulang ke rumah dengan harga 1 jt hingga 1,5jutaan.

Burung yang peka terhadap cuaca.

Burung Robin tergolong burung yang kurang bisa beradaptasi dengan lingkungannya, burung ini sangat peka terhadap perubahan cuaca dan suhu di sekitarnya. Jika burung Robin diletakkan pada lingkungan yang panas dipercaya bisa menjadikan burung ini jadi pendek usianya “cepat mati”. 

Burung Robin lebih menyukai lingkungan dengan situasi teduh dan juga sejuk, menurut penyuka burung Robin yang sudah berpengalaman, selain ditempatkan pada lingkungan sejuk dan teduh, Robin akan lebih baik jika sering dimandikan atau sediakan cepuk mandi yang selalu terjaga kebersihan airnya.

Habitat burung Robin di alam bebas.

Di alam bebas, burung  ini biasa hidup berkoloni dalam jumlah antara 10 ekor hingga 30 ekor burung  pada setiap koloninya. Menjelang musim berkembang biak, burung Robin akan berpasang-pasangan dan membentuk kelompok kecil-kecil membuat daerah teritorinya sendiri-sendiri.

Musim kawin “berkembang biak” burung Robin biasanya berlangsung pada bulan April hingga September, pada musim itu biasanya burung jantan akan lebih sering dan rajin berbunyi untuk menarik perhatian betinanya.

Cara berkembang biakannya, burung robin akan bertelur dengan jumlah telur hingga 3 s/d 4 butir telur dengan sarang berbentuk cawan mangkuk yang terbuat dari dedaunan kering dan lumut pada pepohonan di ketinggian 3 meteran dari tanah.

Referensi artikel dan gambar : Tread di Kaskus.

Burung sikatan ninon


Burung Sikatan ninon, burung ini di kalangan penjual burung ada yang memberinya nama burung Tledekan laut karena bentuk dan ukuran tubuhnya hampir sama dengan burung Tledekan atau longa-longo.
Sikatan ninon masih dalam keluarga burung Muscicapidae, memiliki nama latin Eumyias indigo.

Sikatan ninon atau Sikatan pulau
Di alam liar, Sikatan ninon merupakan jenis burung pemakan kumbang, larva kunang-kunang, serangga kecil dan buah-buahan kecil. Burung Sikatan ninon menyukai habitat hidup di hutan pegunungan dan tersebar pada daerah dengan ketinggian 900-3000 m di atas permukaan laut.

Ciri burung Sikatan ninon.

Burung Sikatan ninon memiliki ukuran tubuh yang tidak jauh berbeda dengan burung Tledekan dengan ukuran 14 cm. Memiliki warna bulu biru nila gelap, dahi keputihan hingga meluas pada alis matanya. Warna bagian dada bawah berwarna keabu-abuan dan akan berubah menjadi keputihan, bagian tungging memiliki warna kuning tua sedangkan untuk Sikatan nino di Pulau Jawa bagian tunggingnya berwarna putih.

Bagaimana ciri pada burung muda ?

Burung Sikatan ninon muda memiliki warna dada dan tenggorokan berwarna bercak-bercak merah jambu, iris mata berwarna coklat merah, paruh hitam dan kaki juga hitam. Burung muda berperilaku cukup jinak dan mudah didekati.

Sikatan ninon membuat sarang berbentuk kantung berbahan lumut, dengan ketinggian yang rendah dan dekat dengan tanah. Telur burung Sikatan ninon berwarna agak keputihan dengan garis bintik kemerah jambuan. Biasanya Sikatan ninon hanya bertelur sebanyak 2 butir saja dan musim berbiak Sikatan ninon biasanya pada bulan Februari hingga Agustus dan Desember.

Burung Sikatan ninon memiliki penyebaran di Indonesia meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan dan Pulau Jawa.

Referensi artkel dan gambar : wikipedia.org

Mengenal burung sepah hutan

Mengenal burung Sepah hutan atau ada yang menyebutnya burung Mantenan, mengutip dari wikipedia org. Burung mantenan atau Sepah Hutan merupakan burung yang masuk dalam spesies Campephagidae dari genus Pericrocotus, Sepah Hutan memiliki nama latin Pericrocotus Flammeus.

Sepah hutan merupakan burung pemakan serangga seperti jangkrik, kecoa kecil dan ulat-ulatan pada daun di habitat hutan primer dengan dataran rendah dan perbukitan.

sepah hutan, mantenan
Sepah hutan atau biasa disebut burung Mantenan
Sepah hutan dapat kita jumpai di negara-negara seputar Asia Tenggara, Cina, India, Malaysi, Filipina dan jika di Indonesia bisa kita dapati di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa – Bali dan Lombok.

Ciri burung Sepah Hutan.

Burung mantenan atau Sepah hutan memiliki panjang tubuh sekitar 19 cm, sedangkan ciri jantan dan betina cukup mudah kita bedakan dengan ciri sebagai berikut.
  • Sepah hutan jantan, berwarna hitam biru pada bagian dada perut berwarna merah, bagian Tungging sisi luar bulu ekor berwarna merah, bagian sayap terdapat warna bercak merah.
  • Sepah hutan betina, pada warna bagian punggung lebih keabuan-abuan dan bagian dada dan perut berwarna kuning melebar hingga tenggorokan, dagu, bagian telinga dan dahinya. Iris mata berwarna coklat, kemudian paruh dan kaki berwarna hitam.
Burung Mantenan atau Sepah hutan dalam kesehariannya di alam liar biasa hidup berpasangan atau bisa juga berkoloni, biasanya Sepah hutan memasuki musim kawin/berbiak pada sekita bula Mei s/d Juni.

Dengan sarang tempat menaruh telur berbentuk cawan dengan direkatkan menggunakan sarang laba-laba, ketinggian sarang biasanya diletakkan pada dahan yang tinggi.

Dalam berkembang biak, Sepah hutan bertelur sekitar 2 -3 butir dengan warna telur berwarna biru berbintik-bintik merah.

Burung wergan jawa

Setelah mencari sana-sini dan menyimpan rasa penasaran, akhirnya terjawab juga ternyata burung yang selama ini disebut burung Salakan oleh para penjual burung ternyata nama aslinya bernama burung Wergan Jawa.
 
Mengetahui literature burung Wergan Jawa admin dapat dari situs Wikipedia, burung Wergan Jawa merupakan spesies burung dari keluarga Timliidae dari genus Alcippe.
Wergan Jawa
Wergan Jawa merupakan burung pemakan serangga dan buah-buahan ketika hidup di alam bebas, Wergan Jawa menyukai habitat pinggiran hutan, pegunungan pada ketinggian 1.000 m Dpl.

Burung Wergan jawa bisa kita jumpai di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat dan Jawa Tengah, penjual burung biasa menjual burung Wergan Jawa dengan harga Rp. 20.000,- s/d Rp. 30.000,- cukup murah memang, karena bukan termasuk burung favorit.

Ciri burung Wergan Jawa.

Memiliki warna tubuh bagian atas coklat agak kemerahan seperti karat, sedangkan bagian kepala berwarna agak keabuan. Bagian dada sampai perut berwarna kuning tua, bagian tengah perut agak keputihan. Besar atau panjang tubuh burung Salakan/Wergan Jawa sekitar 14 cm jika diukur dari paruh hingga ekor.

Di alam bebas, wergan jawa biasa hidup dalam kelompok kecil. Selain hidup dalam kelompok-kelompok kecil Burung Wergan Jawa juga jarang berbaur dengan burung jenis lain.

Wergan jawa berkembang biak dengan bertelur, biasanya memiliki telur berjumlah 2 butir dengan warna telur merah jambu pucat dengan bintik dan coret merah. Wergan Jawa bisa berkembang biak sepanjang tahun kecuali pada bulan September saja.

Gambar dan artikel bersumber dari : wikipedia

Top