Tips

Berita

Hewan

Kesehatan

Hobby

Makanan Burung

Tips menurunkan birahi Murai batu


Kondisi birahi Murai batu yang cukup atau hanya sedikit, bagi sebagian kicau mania memang sangat menguntungkan jika burung akan dibawa ke arena lomba, namun bagaimana jika burung Murai justru dalam kondisi yang terlalu birahi atau disebut over birahi.

Murai dalam kondisi birahi yang cukup dan terkontrol akan menjadikan burung lebih baik dan ngotot di atas gantangan lomba, burung akan memiliki semangat tempur yang lebih maksimal. Beda halnya jika burung dalam kondisi terlalu birahi, biasanya burung akan menjadi kurang fokus dan cenderung gerabakan di dalam sangkarnya.
murai ob
Murai batu
Ada banyak tips tentang mengkontrol dan menurunkan Murai batu over birahi, dan kicau193 mencoba menuliskannya salah satu tips ini dan semoga bisa menjadi bahan referensi untuk Anda dalam menseting Birahi burung Murai batu.

Menurunkan over birahi burung Murai batu.


  1. Biasanya Murai dalam kondisi over birahi bersikap lebih agresif, bulu nyekukruk, dengan sayap yang turun serta sering kali mematuk-matuk kayu atau ornamen dalam sangkarnya.
  2. Untuk itu, langkah awal menangani Murai OB bisa dengan mengkurangi porsi jangkrik menjadi masing-masing 2  pada pagi dan sore hari. Jika Anda khawatir burung menjadi sedikit drop/menurun akibat porsinya dipangkas, maka Anda bisa memberinya vitamin burung beberapa tetes yang bisa dibeli di kios-kios burung.
  3. Porsi pemberian cacing juga bisa dikurangi yaitu dengan memberinya 1 minggu sekali saja ketika menjelang lomba.
  4. Kurangi penjemuran, maksimal hanya 30 menit saja penjemurannya.
  5. Durasi penjemuran dalam sangkar umbaran bisa ditambah lebih lama lagi.

Jadi pokok perawatan Murai untuk setelan birahi yaitu, mengkondisikan birahi Murai dalam kondisi yang cukup dan terkontrol namun tidak dianjurkan jika burung menjadi over birahi atau tidak memiliki birahi sama sekali supaya ketika di atas gantangan lomba bisa nampil maksimal dan ngotot. Semoga bermanfaat.

Perawatan murai batu muda

Dalam setiap perlombaan burung, kelas Murai Batu biasanya merupakan kelas inti atau pamungkas, sehingga dari hari ke hari peminat burung Murai batu untuk lomba semakin banyak dan meningkat.
Biasanya penghobi atau penyuka burung Murai batu sengaja mencari Murai siap lomba pada pemandu bakat Murai batu atau membeli Murai Batu muda hasil tangkaran breeder Murai.
murai batu ring
Murai dengan ring
Trend lomba burung Murai ke depan sepertinya semakin mendorong penghobi untuk melombakan burung Murai Batu dengan ring/cincin yang pasti merupakan burung hasil breeding. Jika Anda kebetulan sedang mencari Murai bahan atau muda yang bagus, akan lebih baik jika membeli bahan muda hasil tangkaran dengan ring kaki, sehingga kelak Murai jagoan kita akan bisa diikutkan pada berbagai kelas lomba Murai baik kelas Ring maupun non Ring.

Keuntungan membeli Murai tangkaran.

Breeder Murai biasanya sengaja mengkawinkan indukan dengan kualitas baik, sehingga hasil ternakan Murai Batu biasanya juga bermateri baik juga karena dihasilkan dari indukan pilihan. Dengan kualitas indukan yang baik dan berkualitas, diharapkan pembeli bisa mendapatkan burung Murai yang minimal berkarakter mirip dengan induknya dan juga trah keturunan juga jelas.

Selain indukan berkualitas, membeli burung Murai muda hasil tangkaran juga memiliki kelebihan burung relatif lebih jinak karena sejak anakan sudah terbiasa dengan lingkungan manusia dan sangkar.

Jika Anda sudah memiliki Murai muda bahan hasil tangkaran berkualitas,  maka proses pemasteran dan perawatan akan mudah diterapkan dan dilakukan, sehingga diharapkan mampu mencetak burung petarung sejati dan tangguh di lapangan.

Tentang proses pemasteran, bisa dilakukan ketika burung sudah mulai memasuki masa/umur pemasteran. Sedangkan pemilihan lagu untuk isian dan masteran Murai sebaiknya tetap mengacu pada karakter dasar dari suara Murai Batu.

Perawatan Murai muda bakalan.

Selain pemasteran guna melengkapi materi lagu Murai muda, perawatan Murai muda juga sangat penting supaya burung bisa tumbuh menjadi burung Murai berkualitas dan siap lomba. Pemberian pakan wajib meliputi Voer, Kroto dan juga Jangkrik, tentang porsi Jangkrik dan Kroto sebaiknya kita perlu juga memperhatikan kebutuhan dan juga karakter burung tersebut.

Tidak ada porsi baku untuk pakan Jangkrik dan Kroto untuk Murai batu, porsi biasanya disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan burung. Dengan mengetahui karakter dan sifat burung, pemilik tentunya akan lebih mudah melakukan setelan harian dan lomba berdasarkan karakter tersebut.

Mudahnya memiliki dan merawat burung Murai dari muda untuk dijadikan Murai lomba yaitu kita bisa mudah mengatur setelan lomba untuk burung tersebut karena kita benar-benar sudah mengetahui karakter burung dari awal ketika masih muda. Beda hal ketika kita membeli burung siap kontes, ketika terjadi perubahan dan kesalahan perawatan akan berakibat berubahnya juga penampilan burung di perlombaan.

Memandikan burung.

Gunakan kandang keramba dengan kondisi air bersih selalu setiap kali akan digunakan, rutin juga membersihkan bak mandi dari lumut. Biarkan burung untuk mandi dan hingga selesai, jangan langsung menjemur burung setelah selesai mandi namun anginkan dahulu hingga setengah basah baru burung dijemur kurang lebih selama 2 jam.

Perawatan rutin, tidak berubah-ubah dan terjadwal akan bisa menentukan konsistensi burung Murai muda yang akan dipersiapkan untuk perlombaan, dan kunci dari semua itu yaitu kita harus benar-benar memahami karakter dan sifat burung untuk lebih memudahkan setelan menjelang lomba.


Suara burung yang sering untuk masteran murai

Memilih suara burung yang cocok dan bisa masuk untuk masteran burung murai batu tentu harus dipikirkan ketika kita akan mengisi Murai kesayangan kita supaya memiliki laguan yang lengkap dan ketika dibawa ke arena lomba bisa memiliki suara tembakan isian yang tembus.

Burung Murai batu memang tetap menjadi kelas favorit dalam setiap ajang dan event lomba burung di tanah air, selain memiliki kicauan yang sangat enak didengar, Murai batu juga memiliki bentuk tubuh yang menarik dengan warna bulu hitam mengkilap dan ekor panjang nan indah. 

murai batu
Murai batu
Dalam setiap event lomba burung, kelas Murai Batu merupakan kelas inti atau kelas pamungkas sehingga menjadi pemenang kelas Murai dalam sebuah even lomba burung membawa gengsi dan prestice tersendiri bagi pemiliknya.

Penilaian dalam kelas Murai

Juri memiliki kriteria penilaian menitik beratkan pada irama dan lagu yang dibunyikan/dilagukan oleh burung tersebut, irama lagu sendiri merupakan bunyi kicauan dari burung yang memiliki alunan nada dengan tempo yang serasi dan teratur sehingga enak dan nyaman didengarkan. Speed tembakan yang dibawakan secara selaras dengan naik turunnya irama menjadi kriteria tersendiri waktu penilaian oleh juri lomba.

Variasi tembakan dan isian pada burung murai batu bukanlah merupakan sifat dasar Murai batu, suara-suara isian dengan tembakan yang tembus merupakan hal yang harus dilatih dan hapalan bagi burung dalam tempo waktu tertentu.

Istilah pemasteran sendiri merupakan cara melatih dan mendoktrin burung untuk bisa melagukan suara burung lain sebagai variasi isian dan tembakan pada burung Murai batu. Sedangkan bisa atau tidaknya burung untuk menirukan suara kicau masteran sangat tergantung pada tingkat kecerdasan burung itu sendiri.

Tiga suara burung yang sering dijadikan bahan masteran untuk Murai Batu.

Cucak Jenggot

Suara besetan yang khas dan tajam pada Cucak Jenggot sering dijadikan suara masteran pada Murai dengan harapan suara Cucak Jenggot tersebut bisa dominan dalam lomba sehingga tembus suara isian besetan Cucak Jenggot tersebut.

Burung Cililin.

Salah satu suara isian favorit untuk Murai Batu ya suara tembakan dari burung Cililin, sehingga suara Cililin merupakan suara favorit untuk masteran pada burung Murai Batu.

Burung Kolibri Kelapa.

Kolibri kelapa atau biasa disebut Sogok Ontong memiliki suara yang pedas dan tajam sehingga suara tajamnya sering dijadikan masteran pada Murai dengan harapan suara isian Sogok Ontonya bisa tembus dalam penjurian lomba.

Cara memaster Murai yang baik.

  1. Lakukan pemasteran ketika waktu burung beristirahat di siang hari yaitu ketika burung baru selesai mandi dan penjemuran, malam hari juga waktu yang baik untuk pemasteran.
  2. Kondisikan burung dalam keadaan tenang dan kondusif waktu pemasteran dengan cara tempatkan sangkar di tempat tenang dalam kondisi terkerodong.
  3. Jika menggunakan burung, gunakan yang benar-benar gacor dan bersuara bersih jangan gunakan burung dengan model suara menekan.
  4. Ketika kita sudah terlanjur memiliki burung dengan model suara menekan, ada baiknya sangkar burung masteran dijauhkan dari sangkar Murai yang akan dimaster untuk mengurangi resiko Murai menjadi down mentalnya.
Demikian Sobat KM dimanapun berada artikel tentang suara masteran burung yang cocok untuk Murai Batu dan juga sedikit cara memaster Murai supaya berjalan efektif dan berhasil. Semoga bermanfaat.



Top